HMINEWS – Partai Demokrat berang perkara Bank Century terus dijadikan isu politik oleh sejumlah parpol termasuk Partai Golkar. Apalagi kini politikus Golkar di DPR kerap bersuara lantang meminta pengusutan nama Hartanto Edhie Wibowo (HEW) yang masuk ke dalam hasil audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait perkata Century.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Sutan Bhatoegana, HEW merupakan nasabah biasa di Bank Century. Transaksi penukaran valas yang dilakukan HEW dan istrinya Satya Kumala Sari (SKS) menurut Sutan tidak bermasalah.

“Itu nasabah biasa bayangkan saja yang diributkan Rp6,7 triliun. Kawan itu (HEW) menukarkan duit sekitar 200-300 ribu USD. Bandingkan enggak ada apa-apanya (dari total dana talangan Rp6,7 triliun), tapi dicari terus ini barang,” ujar Bhatoegana di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Dalam dokumen laporan hasil audit investigasi lanjutan Century, BPK memaparkan transaksi penukaran valas dan hasil penukaran kas valas atas nama HEW dan SKS. HEW bersama istrinya SKS merupakan nasabah Bank Century. BPK menemukan adanya penyetoran tunai oleh SKS yang dilakukan di Bank Century cabang Pondok Indah ke rekening Hartanto pada tanggal 25 Januari 2007 sebesar Rp453juta, tanggal 30 Juli 2007 Rp368juta dan tanggal 22 November 2007 Rp 469juta.

Dari aplikasi setoran, diketahui bahwa dana yang disetor tersebut berasal dari penukaran valas ke dalam rupiah di Bank Century cabang Pondok Indah. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa dalam buku catatan mengenai kas valas di Bank Century tidak ditemukan adanya transaksi penukaran kas valas.

Namun BPK menyebut belum menemukan sumber dana valas yang ditukarkan dan belum dapat menyimpulkan hubungan transaksi ini dengan kasus Bank Century.

Sutan menegaskan partainya tetap menghormati proses hukum bila ditemukan tindak pidana dalam kasus Century. Namun Demokrat berharap parpol tidak terus merongrong stabilitas pemerintahan dengan melancarkan isu negatif.

“Terakhir di audit forensik untuk melihat aliran dana yang meragukan itu, tetap enggak ada yang masuk ke Demokrat. Kemudian mereka(sejumlah politikus DPR) cari yang lain sampai ada yang namanya yang dekat dengan orang istana. Yang tadinya ada nama dia (HEW) sebagai nasabah sekarang dipermasalahkan ada aliran dana cuma Rp3 miliar. Tapi ini digoyang terus,” kesalnya.[ian/okz]