HMINEWS – Pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Sekertariat Bersama tak berhenti berulah saat berunjukrasa di depan Gedung MPR/DPR. Setelah pada Kamis (12/1/2012) siang merobohkan pagar DPR, sekitar 20 orang bagian massa aksi membawa pagar yang sebelumnya dirobohkan tersebut ke tengah jalan tol dalam kota arah Grogol. Polisi langsung memindahkan pagar tersebut agar tak mengganggu arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sekitar pukul 15.45 WIB, Kamis (12/1/2012), sebagian besar massa aksi tengah duduk mendengar orasi yang digilir bergantian dari tiap organisasi. Tiba-tiba terdengar keributan dari arah pagar tol dalam kota depan gedung DPR/ MPR.

“Revolusi, revousi,” teriak massa tersebut.

Perhatian massa aksi yang tengah duduk mendengar orasi pun sempat teralihkan. Pagar berukuran 2×2 meter itu dipanggul beramai-ramai dan dibawa ke tengah jalan tol dalam kota yang mengarah ke Grogol. Massa sempat membobol pagar pembatas jalan tol untuk bisa memasukinya. Kemudian massa melempar pagar besi tersebut ke tengah jalan tol sambil bersorak sorai.

“Revolusi, revolusi, ” teriaknya.

Peringatan yang diteriakkan dari mobil komando tak kuasa membendung aksi memalukan yang dilakukan sekitar 15 menit tersebut. “Kepada kawan-kawan yang di sana, agar memasuki barisan kembali. Kalau tidak bersedia, kami akan mengeluarkan kalian dari aliansi,” pekik salah satu orator.

Akibat insiden tersebut, laju kendaraan dari arah Kuningan pun terhambat sekitar 10 menit. Polisi yang sejak semula memantau aktivitas tersebut pun langsung memindahkan pagar ke pinggir Jalan Gatot Subroto agar tak mengganggu lalu lintas. Aksi tersebut merupakan serangkaian aksi sejak pagi yang menuntut kebijakan pemerintah terkait konflik agraria yang dalam beberapa kasus berujung konflik. Perwakilan massa aksi telah diterima anggota dewan dan tengah mengumpulkan tanda tangan untuk mengesahkan Pansus Agraria.[kmps/rima]