HMINEWS.Com – Banyak kalangan menganggap persoalan terbesar saat ini ialah kekalahan politik. Pun di kalangan kaum muslimin. Kemunduran Ummat saat ini seringkali ditengarai disebabkan oleh kekalahan politik. Maka penyelesaian yang ditawarkan pun tak jauh dari perkara merebut atau mengurusi politik.

Lain halnya dengan seorang pemikir Islam abad ini, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, ia menyatakan kemunduran ummat ini, utamanya, bukanlah persoalan kekalahan di gelanggang kekuasaan. Melainkan disebabkan ‘menyelempangnya’ ilmu yang dengan demikian menyebabkan ketiadaan adab. Pandangan Syed Naquib tentang ketiadaan adab dan kerusakan ilmu itu sebagai berikut:

1. Kebingungan dan kekeliruan persepsi mengenai ilmu pengetahuan, yang selanjutnya menciptakan:
2. Ketiadaan adab dalam masyarakat. Akibat yang timbul dari butir pertama dan kedua adalah:
3. Munculnya pemimpin yang bukan saja tidak layak memimpin ummat, melainkan juga tidak memiliki akhlak yang luhur dan kapasitas intelektual dan spiritual mecukupi, yang sangat diperlukan dalam kepemimpinan Islam.

Mereka akan mempertahankan kondisi yang disebut dalam butir pertama di atas dan akan terus mengontrol permasalahan-permasalahan sosial-kemasyarakatan melalui tangan para pemimpin lain yang berwatak sama dengan mereka dan mendominasi berbagai sektor kehidupan.

Gambaran kemunduran Ummat di atas sesungguhnya mencakup seluruh persoalan. Termasuk kemunduran atau kekalahan Ummat Islam di ranah politik. Inti dari kekalahan politik kita ialah ketiadaan adab para politisi dan masyarakat. Dan ketidakberadaban dalam berpolitik itu disebabkan oleh ketiadaan, kekurangan, atau kerusakan ilmu politik yang ada sekarang ini. Hal yang sama terjadi pula dalam bidang lainnya. Ekonomi yang rusak, hukum yang tak tegak, kebudayaan yang acak-acakan, dan berbagai persoalan lain berakar pangkal dari ketiadaan adab dan kerusakan ilmu.

Maka jalan keluar untuk mengatasi persoalan ketidakberadaban ini ialah dengan menanamkan adab kepada individu-individu Muslim.

Mendidik individu-individu Muslim menjadi manusia yang beradab ialah cara terbaik untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada hari ini. Persoalan politik, ekonomi, hukum, kebudayan, tentu pula harus diselesaikan. Akan tetapi menyelesaikan persoalan di tingkat pucuk tidak lah akan berarti jika akar pohon itu telah busuk.

Menyikapi berbagai hal tersebut, Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) bekerjasama dengan para peneliti INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) akan mengadakan Daurah Pendidikan Islam: “Dari Pendidikan Menuju Kebangkitan”. Dauroh ini sebagai pengantar bagi mahasiswa dari berbagai universitas yang ingin memahami lebih dalam tentang keilmuan Islam.

Gagasan-gagasan kunci dalam Pandangan Hidup Islam seperti konsep Tuhan, konsep agama, konsep wahyu dan kenabian, konsep manusia dan konsep ilmu akan dipaparkan secara komprehensif. Selain itu, studi komparatif antara pandangan hidup Islam dan pandangan hidup agama-agama/ peradaban lain juga akan dijelaskan dalam daurah yang akan berlangsung Jum’at – Sabtu (10-11 Februari 2012) di Wisma Unisba, Ciburial Bandung, Jawa Barat.

Materi daurah:

Materi I : Kebangkitan Ummat dan Masalah Kekacauan dan Kerusakan
Ilmu dan Pendidikan
Materi II : Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer
Materi III : Pendidikan Islam, Filosofi dan Praktiknya
Materi IV : Worldview Islam Sebagai Asas Pendidikan Islam
Materi V : Bedah Buku “Haakadza Jilu Shalahiddin wa haakadza ‘aadat
Al-Quds)

Calon peserta terdiri dari umum dan mahasiswa dengan pendaftaran masing-masing Rp200.000 dan Rp100.000 dengan fasilitas penginapan, konsumsi, makalah dan sertifikat.