HMINEWS – Kader partai Demokrat sebaiknya tidak perlu panik terhadap perkembangan hukum dan politik yang terus berjalan dinamis pada kasus Bank Century, Wisma Atlet, Hambalang, dan kasus lainnya. Ada baiknya mereka fokus pada upaya percepatan penuntasan kasus tersebut agar pemerintah dan Partai Demokrat tidak tersandera. Demikian dikatakan Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo.

“Tidak perlu meminta-minta pimpinan parpol lain menegur anggotanya yang kritis atau mengatur pasukannya. Janganlah coba-coba mengajari tentara baris-berbaris. Mereka lebih paham. Jam terbang mereka sudah tinggi. Kami di Golkar santai-santai saja. Karena posisi kami jelas. Sebagai sahabat koalisi, wajib hukumnya bagi kami untuk saling mengingatkan. Walaupun itu pahit,” katanya.

Bambang menyarankan Demokrat urus saja partainya sendiri, yang menurut survei, terus terpuruk karena adanya kasus Century, Wisma Atlet, dan Hambalang. Tidak usah panik lalu membuat penilaian terhadap partai lain.

Sebelum bicara soal hakikat koalisi, lanjut Bambang, sebaiknya dibaca dan pelajari dulu butir-butir komitmen yang ditandatangai bersama para pimpinan parpol koalisi, yaitu: Sepakat membangun pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bebas korupsi. Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kertegantungan luar negeri serta meneruskan cita-cita perjuangan reformasi. Jadi, sebagai mana pidato ketua umum Golkar, Golkar adalah sahabat yg baik yg akan mengingatkan pemerintah walaupun itu pahit.

“Jadi, kalau kami disuruh bungkam dan dipaksa menutup-nutupi bangkai gajah seperti dalam skandal Bank Century, ya sorry saja. Itu bertentangan dengan semangat pembentukan koalisi,” kata dia.

“Golkar tidak mau terjebak pada perdebatan yang tidak bermutu soal ikan. Apalagi terendus informasi bahwa mereka sedang berupaya mengalihkan isu dari kasus-kasus sensitif seperti skandal Century, Wisma Atlet, dan Hambalang yang sebentar lagi bakal terbongkar,” tukas politisi Golkar ini.(ach)