Kelompok yang membubarkan pengajian Ahmadiyah di Jogja

HMINEWS, Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai kota yang mengapresiasi perbedaan. Bahkan Yogyakarta dianggap sebagai miniatur Indonesia. Pelbagai suku, agama, ras, golongan, dst hidup bersama dalam harmoni di sini.

Ironisnya, kedamaian itu terkoyak oleh ulah segelintir orang yang mengatasnamakan agama untuk memaksakan kehendak dan melakukan tindak kekerasan. Mereka membubarkan pengajian tahunan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) di SMK PIRI Baciro pada Jumat (13/1).

Selain itu, amat disayangkan sikap Wali Kota, jajarannya, dan aparat keamanan yang justru mengakomodir keinginan sepihak tersebut. Padahal, panitia pengajian sudah memberitahukan sejak 28 Desember 2011 silam. Sehingga aparat kepolisian wajib mengamankan, bukan justru membubarkan. Tindakan Wali Kota yang tunduk pada tekanan kelompok yang anti keberagaman, niscaya membuka peluang terjadinya insiden serupa di masa depan. Tak hanya di Yogyakarta tapi juga di daerah lain. Padahal jauh-jauh hari Ngarso Dalem sudah berkomitmen melindungi Ahmadiyah dan kelompok minoritas  lainnya di bumi Mataram.

Peristiwa tragis tersebut jelas sangat bertentangan kultur masyarakat Jogja yang beragam dan keberagaman itu justru menjadi kekayaan bangsa sekaligus potensi untuk melakukan kerja bersama demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial. Bukankah Islam juga sudah mengisyaratkan bahwa perbedaan itu adalah rahmat (ikhtilafu ummati rahmatun).

Oleh sebab itu, AJI Damai mengutuk aksi pembubaran pengajian Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) tersebut.

“Tindakan pembubaran pengajian telah menciderai semangat Jogja City of Tolerance dan bertentangan dengan Pancasila dan Konstitusi (UUD 1945).” Ungkap Koordinator AJI Damai Jogja Angga dalam siaran persnya (17/1/11).

AJI Damai Jogja mengingatkan Wali Kota Yogyakarta dan jajarannya untuk konsisten menjaga kota Jogja sebagai City of Tolerance, menjamin kebebasan setiap warga negara untuk beribadah, berekspresi, berpendapat, berserikat, dan berkumpul tanpa diganggu oleh pihak manapun.

AJI Damai Jogja menuntut Wali Kota Yogyakarta dan jajarannya untuk menjelaskan alasan pembubaran pengajian GAI di kompleks PIRI tersebut dan meminta maaf ke hadapan publik lewat media massa di Yogyakarta.

AJI Damai adalah gabungan dari beberapa lembaga kemasyarakatan dan keagamaan di Yogyakarta. Lembaga-lembaga yang turut serta dalam Pernyataan Sikap AJI Damai ini ialah DIAN/Interfidei, Forum LSM, FPUB, GAMKI, IPPAK Universitas Sanata Dharma, IRE, Jaringan Islam Kampus, Jembatan Persahabatan, Komunitas Warna Kampus UGM, LPN, LSIP, LSKP, NIM, PADII, PKBI, PLIP Mitra Wacana, PSI UII, PW FATAYAT NU DIY, PC FATAYAT NU Kota Yogyakarta, Rumpun Nusantara, RTND, SIM-C, SOS Desa Taruna Indonesia, SP Kinasih, Suluh Perdamaian, Syarikat Indonesia, Sunda Wiwitan, YASANTI, YLKIS, YPR. [] TNA/Fotografer: Kresna Duta