HMINEWS – Ada 230 peluang beasiswa dari lembaga donor American Indonesian Exchange Foundation setiap tahunnya dibuka bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Beasiswa diberikan untuk tingkat master, riset, pertukaran pelajar dan hingga program doctoral.

Program Officer American Indonesian Exchange Foundation Nurise Wijaya memaparkan setidaknya dibuka peluang 230 beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke AS. Menurutnya, Negeri Paman Sam ini masih menjadi tempat favorit bagi pelajar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pasalnya, lulusan universitas AS menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Hal ini terbukti dengan kehadiran 40 persen menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II saat ini lulusan AS. Bahkan, menurutnya, 50 persen pemenang hadiah Nobel juga berasal dari alumni dari sejumlah universitas.

Fasilitas beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa macam mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, uang saku, dana buku hingga uang transport. Fasilitas ini sengaja diberikan agar mahasiswa bisa tekun belajar selama menempuh studi disana.

“Mahasiswa yang lulus seleksi Fullbright akan mendapatkan beasiswa penuh selama belajar disana,” ujar Nurise saat presentasi di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (11/1),

Pemberian beasiswa ini bertujuan ingin membantu program pemerintah Indonesia guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pembangunan. Terutama dari segi pengembangan dosen di perguruan tinggi . Aminef mendorong kampus di seluruh perguruan tinggi untuk bisa memiliki gelar S3.

“Harapan kami dengan ilmu yang mereka dapatkan bisa dibawa, diaplikasikan dan dikembangkan untuk pembangunan,” ujarnya. Program yang ditawarkan pun bervariatif yakni Fullbright’s Master Degree Program, bagi yang ingin melanjutkan studi pascasarjana S2, Fullbright Master of Science & Technology Initiative Program (FISRT) yakni bagi pegawai yang bekerja di universitas negeri maupun maupun swasta, hingga beasiswa Fullbright Freeport Master’s Degree,yang dikhususkan bagi masyarakat yang tinggal di Papua. Program lainnya ada beasiswa bagi guru Sekolah Menengah Atas (SMA), riset hingga program Doktoral. Ada juga program pertukaran MahasiswaS1 selama satu tahun serta bagi professional selama delapan bulan. Adapun persyaratannya, rata-rata peserta diminta memiliki sertitifikat lulus ujian bahasa Inggris TOEFL dengan skor minimal 550.

Mengenai ikatan setelah menamatkan studi, seluruh penerima Fullbright diharapkan bisa kembali ke Indonesia dan memanfaatkan ilmu yang mereka dapatkan disana. Selain itu, biasanya penerima beasiswa Fullbright kerap datang untuk berkomunikasi perkembangannya pascastudi.

Jika Anda tertarik tak ada salahnya untuk mengunjungi situs AMINEF di www.aminef.or.id.[lip6/ian]