HMINEWS.COM

 Breaking News

Bima Memanas Lagi, Polisi Brutal Tembaki Warga

December 24
14:23 2011

HMINEWS, Bima – Empat orang tebunuh dan paling tidak 20 pengunjuk rasa ditangkap polisi di sekitar Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Sabtu siang (24/12/2011).

Para demonstran itu ditanggapi Polisi setelah pembubaran paksa secara membabi-buta terhadap aksi unjuk rasa lebih dari 90 orang yang sejak 19 Desember lalu menduduki dan menutup jalur ke pintu masuk Pelabuhan Sape. Pelabuhan Sape menghubungkan jalur penyeberangan ke Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

 

 

Pasukan gabungan yang terdiri atas unsur Brimob Polda Nusa Tenggara Barat dan Polres Bima dibantu pihak TNI dari Batalyon Kompi A Bima,  sekitar pukul 07.00 Wita melakukan pembubaran paksa. Mereka menembaki, memukul dan menyiksa para demonstran.

Aksi pembubaran yang kemudian mendapat perlawanan dari warga yang memblokade jalur ke pelabuhan tersebut dan berlanjut menjadi  saling serang antara petugas dengan pengunjuk rasa.

Serentetan suara tembakan terdengar dalam hiruk pikuknya suasana di tempat kejadian bahkan, empat pengunjuk rasa  tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Dua yang meninggal teridentifikasi bernama bernama Arif rahman (19) dan Saiful (17), keduanya masih duduk di bangku sekolah Menengah Atas (SMA). Dua orang lainnya belum teridentifikasi.

Sebagaimana dikutip ANTARA, Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Sukarman Husein membenarkan kejadian anarkis tersebut. Namun demikian, Kabid Humas mengaku belum bisa menjelaskan secara detail, karena laporan yang diterima dari lapangan masih simpang siur.

Informasi dari anggota HMI-MPO di Lapangan, Rangga, saat ini sebagian massa masih dilokasi, mereka melakukan sholat ghaib untuk korban yang dibantai polisi. Mereka berjanji akan terus melakukan perlawanan.

Sementara itu ketua Eksekutif Nasional LMND, Lamen Hendra Saputra menuntut penghentian penangkapan terhadap rakyat Bima yang terlibat dalam aksi menuntut penolakan tambang emas PT. Sumber Mineral Nusantara. Mereka menuntut penghentian eksplorasi tambang oleh PT Sumber Mineral Nusantara yang merusak pertanian Rakyat. [] lara

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.