HMINEWS- Terkait dengan telah terjadinya pembantaian yang sangat keji terhadap 30 orang petani di daerah Mesuji Provinsi Lampung, Partai Gerindra melalui salah satu pimpinannya menyampaikan ultimatum kepada pihak Kepolisian.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat  Partai Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman, SH kepada HMINEWS menegaskan bahwa informasi  yang disampaikan oleh petani Lampung beberapa waktu lalu di Komisi III sangatlah meyakinkan  karena disertai bukti foto dan film yang jelas serta dilengkapi dengan kesaksian.

Selain itu Informasi tersebut juga sangat masuk akal karena kecil sekali kemungkinan para petani tersebut berbohong dan merekayasa cerita karena tidak ada keuntungan apapun yang bisa mereka dapat dengan merekayasa cerita.

Lagipula wilayah Mesuji dapat dikategorikan sebagai wilayah terpencil (remote area) yang memang cukup jauh dari kota Bandar Lampung sehingga mungkin saja jika peristiwa pembantaian tersebut tidak ter-ekspose selama bertahun-tahun.

“Jika pembantaian itu benar terjadi, maka ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Gerindra mengutuk keras pembantaian tersebut dan meminta kepada pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas mengusut kasus tersebut hingga tuntas,” Kata Habib (17/12).

Pihaknya juga meminta  kepada pejabat-pejabat terkait terutama pejabat kepolisian  untuk menghindari sikap defensif dan buru-buru membantah tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan yang mendalam terhadap khabar tersebut.Sikap tersebut adalah sikap tipikal pejabat era orde baru yang tidak lagi boleh dilakukan di era reformasi ini.

Pejabat kepolisian, terutama Kapolda Lampung harus bersikap bijak dengan melakukan penyelidikan dan pengecekan serius sebelum mengeluarkan pernyataan terkait kasus ini.

Jika kelak terbukti benar terjadi pembantaian, maka kami meminta pejabat yang membantah dan menutup-nutupi fakta sebenarnya juga dijatuhi hukuman administrasi dan hukuman pidana yang berat.

Sikap defensif dan membantah yang membabi-buta pejabat-pejabat terkait sangatlah berbahaya karena  berpotensi menutupi fakta yang sebenarnya terjadi.

Gerindra sendiri memilih untuk terjun langsung untuk melakukan investigasi lapangan. Kami akan bekerja-sama dengan rekan-rekan LSM dan Ormas di Lampung.Kami berhadarap dalam waktu 7 hari ke depan kami sudah memperileh gambaran awal tentang peristiwa tersebut.

Hasil investigasi tersebut akan kami serahkan kepada Mabes Polri, Komnas HAM, Komisi III DPR RI, dan instnansi terkait lainnya guna ditindaklanjuti sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Satu hal yang perlu kita garis –bawahi dari peritiwa di Lampung ini adalah bahwa investasi yang ditanamkan di Indonesia juga harus membawa manfaat langsung bagi rakyat di sekitar lokasi investasi tersebut ditanamkan.

Investasi harus membawa kesejahteraan bagi masyarakat lokal dan bukan sebaliknya, masuknya investasi tidak boleh justru mematikan perekonomian warga lokal.

“Hampir 90 % konflik antara warga lokal dengan perkebunan besar dilatar-belakangi tidak mampunya investasi tersebut mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat lokal,” pungkasnya.