HMINEWS.Com, Jakarta – Gubernur NTB, Bupati, Kapolres dan Kapolresta Bima serta Kapolri didesak mundur. Mereka dianggap paling bertanggungjawab terhadap tragedi Bima berdarah yang merenggut korban jiwa.

“Tangkap dan adili gubernur NTB Zainul Majdi dan Bupati Bima Ferry Zulkarnain karena dianggap paling bertanggungjawab atas kejahatan kemanusiaan itu,” kata Muhammad Buhais, Selasa (27/12).

Desakan agar Kapolri, Timur Pradopo mundur juga menguat disuarakan aliansi yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) Jakarta, Forum Komunikasi Indonesia Timur (Forkom) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unindra.

“Polisi gagal menjadi pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat. Keberadaan polisi menjadi ancaman dan pembunuh yang sadis dan super biadab bagi rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Aksi dimulai dari depan kampus Unindra (Universitas Indraprasta), Pasar Minggu dan berlanjut di Bundaran HI. Di Bundaran HI unjukrasa sempat memanas karena aksi bakar ban bekas yang dihalang-halangi polisi.

Mahasiswa menilai pertambangan di Bima akan sangat merugikan rakyat karena dampak lingkungan yang bakal ditimbulkannya, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Sumber-sumber mata air untuk irigasi dan minum penduduk akan mengering karena aktivitas penambangan. Belum lagi limbah tailing yang dihasilkannya, akan membahayakan warga jauh kedepan,” ujar seorang mahasiswa asal Mbojo, Bima.

Usai dari Bundaran HI, massa yang sebagian besar merupakan kader HMI tersebut bergerak ke Sekretariat PB HMI di Jalan Diponegoro, mendemo PB HMI yang dianggap diam dan tidak mengambil sikap atas kasus yang terjadi di Bima. (Ftr)