HMINEWS.Com, Jakarta – Media massa baru, seperti facebook, twitter dan media berbasis internet atau elektronik lainnya merupakan kekuatan nyata di dunia baru. Dipakai oleh hampir semua orang, mulai dari jurnalis, penyeru agama, guru, dan pembuat oponi yang bisa langsung mempublishnya secara langsung. Hal ini mengancam keberadaan media massa yang lebih tua.

Mengutip istilah Sukarno, media massa baru menjadi ‘new emerging forces’ menyaingi pendahulunya.

“Menyebarkan dengan begitu cepat konten yang dibawanya seperti ideologi, politik, sosial dan ekonomi ke seluruh dunia. Tidak ada yang mampu membendungnya termasuk para sultan, presiden, perdana menteri dan sebagainya,” kata Parni Hadi dalam “The 2nd International Conference on Islamic Media di Hotel Sultan, Rabu (14/12).

Keberadaan dan penggunaannya bisa menyaingi pemerintahan suatu negara, bahkan mengancam penguasanya. Terbukti dengan revolusi di sejumlah negara Timur Tengah yang memanfaatkan media baru dimaksud.

Sementara dalam rangka mewujudkan kehidupan yang lebih baik, menyebarkan nilai-nilai Islam seperti kedamaian dan kemanusiaan, media sangat membantu.

Dr Nashir al Ahmad menyatakan, media itu netral, tinggal siapa yang memberikan kontennya. Media adalah kekuatan, dan siapa yang memilikinya, dialah yang memiliki kekuatan. Sebagaimana hadits: “Kepiawaian dalam berbicara dapat menyihir khalayak” “Inna minal bayaani lasihran.”

Semakin piawai berbicara (termasuk memproduksi ide-ide, wacana dan pemikiran) semakin banyak didengar, apalagi jika memanfaatkan media yang bisa langsung berbicara dengan semua orang di seluruh dunia tanpa batas. (Fathur)