HMINEWS.Com, Jakarta – Berbagai teori dipaparkan, beragam fakta diungkapkan dalam Konferensi Internasional Kedua Media Islam di Hotel Sultan, Jakarta. Hari ini digagas pula suatu format untuk membentuk Pusat Pengembangan Media Islam Internasional yang akan berpusat di Indonesia.

“Saya menyambut gagasan tersebut, sebagai realisasinya saya sumbangkan 10.000 Dollar sekarang juga,” kata Dr Malik bin Ibrahim Nashir Al Ahmad menanggapi ide Parni Hadi, Rabu (14/12).

Dr Parni Hadi menjadi salah satu panelis dalam dialog bersama Dr Malik (profesor di Unuversitas King Saud), Dr Hamdi Hasan Abul ‘Ainain (Fakultas Komunikasi Universitas Mesir), serta Dr Nashir Bu’ali (Uni Emirat Arab).

Salah satu pendiri Republika dan Dompet Du’afa tersebut mengatakan, pembentukan Pusat Pengembangan Media tersebut adalah untuk menjawab tantangan media global dewasa ini. Hal itu diajukannya, terutama kepada Rabithah Alam Islami sebagai penyelenggara Konferensi Kedua di Indonesia tersebut.

 “Sebagai pengembangan media atau jurnalisme profetik  yang berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari dakwah,” kata Parni Hadi. (Fathur)