HMINEWS, Banda Aceh – Sabtu pagi, tanggal 24 Desember 2011, jam 11.00 WIB, warga lamteuba panik berhamburan, melarikan diri dari bahaya awan panas dan lontaran material gunungapi seulawah agam.
Tercatat 55 orang warga lamteuba menjadi korban keganasan gunungapi tersebut. 1 orang meninggal dan lainya mengalami luka bakar. Kondisi warga saree juga tidak jauh berbeda. Aktivitas penjualan terganggu akibat erupsi gunungapi seulawah agam, 1 orang meninggal dan puluhan jiwa luka bakar dan luka ringan. Seluruh warga saree mengungsi ke scout’s camp pramuka.
Kantor BPBD aceh besar terlihat sibuk, para komandan tanggap darurat memberikan arahan kepada setiap bidang struktur tanggap untuk segera melakukan upaya-upaya penyelamatan dan evakuasi warga di daerah kawasan rawan bencana I dan II.
Tim SAR Banda aceh, PMI aceh besar, TNI dan POLRI terlihat sedang melakukan evakuasi korban keganasan gunungapi seulawah agam. Ambulance dari puskesmas kecamatan lembah seulawah, puskesmas kecamatan seulimun dan puskesmas terlihat hilir mudik. Bunyi sirene mengaung-ngaung memecah kesibukan warga. Bapak camat seulimum dan camat lembah seulawah terlihat larut dalam upaya penyelamatan warga.
Inilah gambaran gladi lapang/posko rencana kontinjensi gunungapi seulawah agam, yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 24 desember 2011. Acara ini melibatkan 2 kecamatan, yaitu kecamatan lembah seulawah dan kecamatan seulimum serta 29 desa yang termasuk dalam daerah kawasan rawan bencana (KRB). Acara yang dibuka oleh Asisten II propinsi aceh, bapak Teuku said Mustafa ini melibatkan 200 personil lintas sector dan 400 warga masyarakat disekitar gunung seulawah agam, Kosentrasi pengungsian dipusatkan pada posko lapangan desa ateuk kemukiman lamteuba dan posko lapangan scout camp pramuka kemukiman saree.
Acara gladi lapang/posko ini di selenggarakan oleh BPBA, bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) aceh. Menurut ketua FPRB Aceh, Bapak Cut Faisal, acara ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi seluruh stakeholder yang terlibat dalam upaya-upaya pengurangan risiko bencana diaceh. [] Kontributor HMINEWS Aceh Zulhan hasibuan