HMINEWS.Com, Jakarta – Konferensi Internasional Kedua Media Islam kembali digelar. 31 tahun lalu, konferensi pertama diadakan di Jakarta, tepatnya tanggal 1-3 September 1980.

Sebagaimana tiga dasawarsa lalu, konferensi kali ini diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami (Muslim World League) dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Bertempat di Hotel Sultan, acara dibuka Senin malam oleh Wakil Presiden RI, Boediono. Dihadiri Sekjen Rabithah Alam Islami, Syekh Abdullah bin Abdul Muhsin Atturki, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menkominfo Tifatul Sembiring.

Peserta berdatangan dari 24 negara, dengan jumlah peserta sekitar 400 orang, sebagian besarnya berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Turki, negara-negara Arab, Afrika dan Selandia Baru.

Dalam pidato sambutannya Wapres Boediono mengatakan, perkembangan media yang demikian pesatnya memerlukan kontrol orang tua, para ulama, guru-guru dan masyarakat pada umumnya agar tidak berdampak negatif.

“Seperti pornografi, hasutan radikalisme atas nama agama. Para orang tua, ulama dan guru harus mengontrol media agar lebih aman untuk anak-anak,” ujar Wapres Boediono, Senin (12/12) malam.

Sementara Syekh Abdullah mengatakan, media massa Islam haru bisa menjadi counter attack terhadap berbagai propaganda dan harus mampu menjawab persoalan keumatan. (Fathur)