HMINEWS.Com, Bekasi – Untuk yang kedua kalinya Lembaga Tahsin Al Qur’an (LTQ) di Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir mewisuda santrinya.

“Mereka adalah santri yang dinyatakan lulus secara akademik,” kata Staf Administrasi LTQ LPM STID Mohammad Natsir, Fajri Tanjung kepada HMINEWS.Com.

Peserta wisuda terdiri dari angkatan ke-6 sampai angkatan ke-11. Acara dilangsungkan di Kampus Da’wah Mohammad Natsir, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Ahad (25/12).

Berjumlah 47 santri yang terdiri dari 20 pria dan 27 wanita. Uniknya, peserta rata-rata adalah kalangan orang dewasa terdiri dari mahasiswa, umum, karyawan, karyawati bahkan ibu rumah tangga.

Meski bukan lagi anak-anak, namun semangat keislaman tidak menghalangi mereka menuntut ilmu, dalam hal ini belajar Al Qur’an. Para santri dibagi ke dalam level-level berdasar tingkat penguasaan bacaan Al Qur’an. Ada tingkat pemula yang sama sekali baru belajar mengeja huruf, tingkat menengah hingga tingkat lanjut (advance) yang belajar berbagai nagham (langgam) Al Qur’an, termasuk qiro’ah sab’ah (tujuh macam gaya bacaan Al Qur’an).

Hadir dalam wisuda tersebut Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, MA, pakar qiro’ah sab’ah dan Direktur IIQ Jakarta. Berbicara dengan tema “Membangun Akhlaq Islami di Kalangan Masyarakat Perkotaan Dengan Al Qur’an,”.

LTQ adalah kegiatan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Dikelola STID Mohammad Natsir, kampus da’wah yang dirintis Dewan Da’wah, yang diprakarsai Dr Mohammad Natsir.

Mengusung motto “Menjadi Pusat Pendidikan Tinggi yang Membangun Kembali Tradisi Intelektualisme Islam berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits serta Ittiba’ Manhaj as-Salaf as-Shalih,” mahasiswa STID berasal dari hampir seluruh daerah di Indonesia. Setelah lulus mereka akan kembali ke daerah masing-masing untuk da’wah dalam arti yang seluas-luasnya. (Fajri)