HMINEWS, Jakarta – Saat jumlah orang-orang superkaya meningkat, jumlah orang-orang super miskin turut pula meningkat. Kesenjangan ekonomi dan sosial semakin lebar saja dalam era pemerintahan SBY. Walhasil kepresidenan SBY hanya berpihak pada segelintir masyarakat Indonesia yang menghisap dengan rakus kue pertumbuhan 6,5 % itu.
Menanggapi hal tersebut, Direktur the Indonesian Reform Institute Syahrul Dasopang dengan nada miring menyampaikan ucapan “selamat” kepada SBY sebagai Presiden 591.890 rekening kakap dari Indonesia.
Sindiran Sahrul tersebut terkait dengan berita di Harian Kompas, 8 November 2011 yang baru saja menurunkan dua berita yang memiliki makna penting bagi isu sosial ekonomi di Indonesia. Berita pertama mengangkat ironi dalam pertumbuhan 6,5 % ekonomi Indonesia. Ironi itu adalah, di saat pertumbuhan meningkat menjadi 6,5 % dalam triwulan III-2011, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melorot dari urutan 108 pada 2010 menjadi urutan 124 di tahun 2011. Berita berikutnya mengangkat data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per September 2011 yang menyatakan bahwa terdapat 591.890 rekening premium di perbankan Indonesia dengan isi Rp. 500 juta ke atas dengan total 1.750,07 triliun.
“Terjadi pelonjakan dalam sebulan dibandingkan pada Agustus 2011 yang hanya sebanyak 577.600 dengan isi Rp. 1.654 triliun. Bandingkan dengan jumlah belanja negara dalam APBN RI2012 yang hanya lebih kurang Rp 1.435 triliun.” Pungkas Sahrul yang juga mantan ketua umum PB HMI (MPO) tersebut. [] lara