HMINEWS – Tanggal 11 bulan sebelas dan tahun 2011 (11-11-11) menjadi hari istimewa buat kalangan untuk mulai membina hidup baru, menjadi pengantin. Bukan hanya artis saja, di Yogyakarta, para anak jalanan pun memanfaatkan momen ini untuk melakukan nikah massal.

Diprakarsai oleh Yayasan Girlan Nusantara pimpinan Priyono SH, 11 pasangan pengantin terdiri dari anak jalanan melangsungkan akad nikah, tepat jam 11 tanggal 11 bulan 11 tahun 2011.

Pimpinan Yayasan yang beralamat di Jalan Prambanan-Piyungan (Barat Pasar Prambanan 6) RT 06/07, Ledoksari Bokoharjo Prambanan Sleman ini menjelaskan bahwa ke-11 pasangan dari berbagai latar belakang, ada difabel, anak jalanan, pengamen, sampai tukang becak. Acara ini juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-18 yayasan.

”Nikah massal anak binaan Yayasan Girlan Nusantara akan dimeriahkan prosesi arak-arakan naik dokar keliling Taman Wisata Candi Prambanan,” kata Priyono yang juga alumnus HMI-MPO Cabang Yogyakarta tahun 80-an tersebut.

Cahyono, Awalil, Priyono di acara nikah massal anak jalanan

 

Sekadar info, Pak Priyono ini sudah menikahkan lebih dari 600 pasang selama belasan tahun ini. Semuanya dinikahkan secara resmi, artinya mereka bisa mendapat surat nikah, kartu keluarga dan anaknya bisa membuat akta kelahiran.

Atas kiprahnya inilah Priyono SH pernah mendapatkan penghargaan dari komunitas alumni HMI-MPO sebagai tokoh pejuang masyarakat bersama Abdullah Hehamahua dan tiga tokoh lainnya. [inf lengkapnya baca di: sini]

“Itu adalah langkah luar biasa di negeri ini. Dan hanya orang luar biasa seperti beliau yang mau dan mampu memperjuangkannya bagi anak dan orang jalanan.”, Kata Awalil Rizky, tokoh HMI-MPO yang hadir dalam acara tersebut. [] lara