HMINEWS, RANGKASBITUNG – Belasan aktivis Himpunan Mahasiswa Is­lam (HMI-MPO) Cabang Lebak ber­demo di halaman kantor Dinas Per­tambangan dan Energi (Dis­tamben), Kamis (3/11). Mereka men­desak agar penambang emas liar di kawasan Taman Nasional Gu­nung Halimun Salak (TNGHS) ditertibkan.

HMI menyebutkan, penam­ba­ngan emas liar itu berada di Gunung Julang, Kecamatan Ci­panas, dan di Blok Cikidang, Ci­rotan, serta Cikotok di Ke­camatan Cibeber. Demonstrasi ini dikawal anggota Polres Lebak dan Satpol PP.
Aktivis juga menyatakan, Kepala Dis­tamben Sumardi yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji mengundurkan diri apabila tak mampu menghentikan pe­nam­bangan liar itu. “Distamben seolah tak mampu dalam me­ner­tibkan para penambang emas liar itu. Seharusnya, dengan se­gala ke­we­nang­an yang dimiliki Dis­tamben mampu menertibkan para penam­bang emas liar itu,” ujar Koordinator Lapangan (Kor­lap) Aksi HMI Ca­bang Lebak Ah­mad Roaetudin.
Me­nurutnya, penambang emas liar atau biasa disebut gurandil di kawasan Gunung Julang sekitar Mu­hara  Ciladaeun dan sekitar DAS Ci­be­rang hanya mengutamakan kepentingan eko­nomi. Se­bab, tidak mengindahkan ke­selamatan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan se­hingga kandungan mercuri dan sia­nida dari limbah penam­ba­ngan emas liar itu diduga telah men­cemari sungai tersebut.
“Padahal, bila sungai sudah po­sitif tercemar mercuri dan sia­nida akan menyebabkan hi­langnya biota sungai di kawasan ter­sebut. Bagi manusia, kan­dung­an mercuri itu dapat me­rusak sistem syaraf,” kata Roae­tudin.
Dengan dugaan itu, lanjutnya, se­harusnya Bupati Mulyadi Jaya­baya dapat mengeluarkan ke­bi­jakan untuk menutup per­tam­bang­an emas liar itu untuk me­­lindungi kelestarian ling­kungan, sesuai UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Senada dikatakan Ketua Umum HMI Cabang Lebak Riza Apriadi. Ka­ta dia, limbah dari pe­nam­ba­ngan emas dapat mencemari lingkungan dan sungai, sehingga me­rusak biota dan meng­hi­lang­kan ekosistem lingkungan yang ada, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Para demonstran merasa tidak puas dengan tanggapan dari Kasi Perizinan Pertambangan Adi Supardi yang tidak dapat mem­berikan keputusan. Dengan alasan  kepala Distamben sedang menunaikan ibadah haji. [] Nurul Huda