HMINEWS –  Dikarenakan banyak negara Eropa Barat krisis sementara Eropa Timur pun tidak dinamis maka para MNC (Multi National Corporation) mulai melirik investasi ke Asia Pasific.

Beberapa waktu lalu saya dalam sebuah pertemuan beberapa eksekutif perusahaan bertanya ke saya tentang Indonesia: “Jika kami invest di Indonesia apakah prospektif?”

Jawab saya:
Jika anda invest, dan dalam 3-5 tahun sudah berharap mendapatkan “Capital Inflow” (pemasukan dana dari investasi tersebut), maka lupakan Indonesia. Pergi saja ke Vietnam, India atau China!

Vietnam dan China begitu memanjakan investor dengan berbagai kemudahan. India punya SDM yang siap menjadi partner buat para investor.

Indonesia saat ini masih berkubang dengan birokrasi yang korup, pemerintahan yang ambigu dan pro koruptor, sistem perlidungan hukum yang bisa dibeli dan kerusakan kronis sistem pemerintahan dan hukum lainnya yang anda bisa buat list sepanjang puluhan halaman folio.

Tapi jika anda (para MNC) bicara untuk strategi investasi jangka panjang dimana anda baru memproyeksikan dapat keuntungan dari investasi anda saat di tahun ke 10 dari hari ini, maka Indonesia adalah negara pilihan terbaik buat anda! Saat anda ingin investasi ke Indonesia harus tersimpan kuat di kepala anda bahwa Indonesia itu bukan cuma jadi target investasi belaka tapi juga harus jadi partner masa depan anda.

Kami (Indonesia) punya kekuatan dibawah ini yang tidak dipunyai oleh China dan Vietnam atau malah Malaysia:

1.Sistem politik yang demokratis. Di Indonesia tidak akan ada lagi ancaman seperti “Jasmine Revolution” di Timteng. Bagaimana dengan China dan Vietnam? Bisakah mereka dalam 5 tahun ke depan tidak ada revolusi?

2. Sistem politik Indonesia yang amat stabil. Dalam ratusan kali Pemilu dan Pilkada tidak pernah ada 1 kalipun konflik horizontal. Tidak pernah ada kudeta militer, dan penyebab chaos lainnya.

3. Infrastruktur Politik yang ada berjalan “on the track”; ada Pemerintahan yang demokratis, ada DPR yang independen dan ada Mahkamah yang berdaulat. Hanya negara-2 level Jerman atau Amerika saja yang punya infrastruktur seperti itu. Masalahnya, cuma aktor-2 yang saat ini duduk di lembaga tersebut korup. Tetapi tetap saja tidak bisa disangkal bahwa infrastruktur politik Indonesia amat lengkap dan stabil jauh lebih baik dari Malaysia, Vietnam bahkan berbagai negara Eropa Timur lainnya yang sering kali diambang ketidakpastian jika terjadi suksesi pimpinan!

4. Angkatan kerja dengan usia produktif yang amat besar dimana mereka 99% melek huruf. Tidak ada pembeda antara SDM Wanita dan Pria yang semuanya siap membanjiri permintaan pasar kerja industri. Ini membuat industri riil di Indonesia punya SDM yang produktif plus memiliki tingkat konsumsi yang tinggi dan dinamis.

5. Tentu saja yang tidak mungkin dilupakan, Indonesia itu negara kaya SDA yang letaknya amat strategis dalam sudut pandang ekonomi! Tidak ada 1 negarapun yang lebih “cantik” dalam sudut pandang kekayaan alam dan letaknya.

Ini adalah point yang membuat Indonesia dalam 10 tahun ke depan akan menjadi negara yang paling dinamis dan paling cantik untuk tujuan investasi di dunia.

Jadi, jika anda ingin investasi ke Indonesia maka strategi investasinya harus jangka panjang dan jadikan Indonesia sebagai partner sejati. Untuk itu yang harus dilakukan bukan cuma 1 atau 2 perusahaan MNC invest di Indonesia, melainkan secara kolektif berbagai perusahaan MNC sebuah negara (misal kumpulan MNC Jerman) bersama pemerintahnya berinvestasi di Indonesia dan jadikan Indonesia sebagai partner sejatinya dalam jangka panjang.

Jika itu yang dilakukan, maka para kumpulan MNC itu akan dapat keuntungan dari dinamisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mungkin saja akan menjadi terbaik dibandingkan negara manapun di dunia, dan disisi lain Indonesia juga dapat keuntungan dari dinamisasi pertumbuhan Indonesia akan terakseleresasi karena investasi sektor riil dari kumpulan MNC tersebut.

 

Penulis: Ferizal Ramli, alumnus HMI saat ini tinggal di Jerman