HMINEWS, Arab Saudi –  Lagi, seorang Sudan dipenggal di tempat umum dengan posisi berjongkok dan ditutup matanya, Abdul Hamid bin Husain bin al-Fakki Moustafa dieksekusi di sebuah tempat parkir mobil  di Madinah, Saudi Arabia, di barat negara itu karena dituduh sebagai tukang sihir.

 

Abdul Hamid yang dipenggal pada tanggal 20 September lalu adalah orang ke 44 yang dieksekusi di Arab Saudi dan  termasuk orang ke 11 untuk kategori warga negara asing.  Total yang dieksekusi di tahun 2011 lebih banyak 17 orang dibandingkan di tahun 2010.

Pemerintah Arab Saudi memang terkenal sadis dan hobi mengeksekusi orang. Kenaikan  angka ini  mengundang kritik dari sejumlah badan yang memiliki perhatian akan hak asasi manusia.  Demikian disiarkan dailymail awal pekan ini.

Arab Saudi memang lebih menyukai eksekusi dengan cara dipenggal dengan pedang yang tajam dibandingkan dengan listrik atau suntik mati. Cara ini dianggap lebih manusiawi dan cepat. Dan sementara kejahatan ‘sihir’ tidak terdefinisi dalam hukum Arab Saudi, telah digunakan untuk menghukum orang-orang untuk menjalankan sah dari hak asasi manusia mereka.

Abdul Hamid ditangkap pada tahun 2005 karena diminta menyusun mantra oleh seorang pria yang bekerja untuk Mutawa’een (polisi agama).  Mantra ini diperuntukkan agar ayah dari pria ini dapat meninggalkan istri keduanya. Untuk praktek ini, Abdul Hamid mendapat 6000 riyal-setara dengan £ 1.000. Ia dipukuli setelah penangkapan dan diperkirakan telah dipaksa untuk mengakui tindakan sihir.

Malcolm Smart, Direktur Amnesti Internasional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, sangat mengkritik eksekusi ini. Dia berkata: “eksekusi Abdul Hamid adalah mengerikan dan sepertinya Arab Saudi akan terus menggunakan hukuman yang paling kejam dan ekstrim.