HMINEWS – 66 Tahun sudah peristiwa yang sangat bersejarah itu berlalu. Peristiwa besar yang banyak melibatkan tokoh-tokoh pahlawan dan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang baru beberapa bulan dideklarasikan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945. Peristiwa sejarah perang yang merupakan perang pertama bagi para pejuang Indonesia dengan pasukan penjajah pasca  kemerdekaan Indonesia dan merupakan peristiwa terberat dalam sejarah revolusi nasional Indonesia dalam melawan kolonialisme di tanah air Indonesia yang tercinta.

Rasa cinta tanah air setiap bangsa Indonesia begitu besar, mereka rela mengorbankan jiwa, raga, harta dan keluarganya demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebut saja, salah satu tokoh masyarakat yang menjadi pelopor muda Bung Tomo berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris kala itu. Banyak lagi tokoh-tokoh Agama yang ikut berperan aktif dalam peristiwa tersebut seperti KH> Hasyim Asy’ari, dan KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya yang turut mengerahkan santri-santrinya dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan. Ribuan korban pun berjatuhan baik dari pejuang-pejuang Indonesia maupun dari pihak penjajah. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Namun, kini 66 tahun Indonesia terlepas dari belenggu penjajah. Rasa cinta tanah air dari setiap bangsa Indonesia terasa kian luntur bahkan hampir pudar sampai tak terlihat lagi rasa kecintaan itu. Fakta atas lunturnya rasa cinta tanah air dapat kita lihat pada perilaku bangsa ini mulai dari rakyat jelata hingga pejabat Negara, semuanya sungguh memprihatinkan. Masing-masing hanya memikirkan kepentingan pribadinya tanpa memperdulikan kondisi bangsa dan Negara Indonesia saat ini. Mungkin para pahlawan yang telah gugur di medan perang yang telah berjuang mempertahankan keutuhan NKRI ini menangis di alam baka sana.

Melalui peringatan hari Pahlawan Nasional, semoga kita semua dapat meningkatkan kembali kecintaan terhaap tanah air, dan Berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan Negara Indonesia dengan merefleksikan diri atas apa yang terkandung dari peringatan Hari Pahlawan Nasional ini.

 

*Penulis Oleh: Tri Ady KurniaMahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Sistem Informasi.