HMINEWS – Tiga dokumen surat SMI kepada Presiden SBY sudah mulai terbuka ke publik. Bahwa ternyata SMI selaku Ketua KSSK dan Menteri Keuangan melaporkan kepada Presiden SBY perihal proses bailout Century.

Selama ini Presiden SBY membantah mengetahui bailout itu. Bahwa SMI tidak pernah melaporkan bailout Century ke Presiden SBY. tiga surat tersebut adalah S-01/KSSK.01/2008 tanggal 25 November 2008, SR-02/KSSK.001/2009 tanggal 4 Februari 2009 dan SR-36/KMK.01/2009 tanggal 29 Agustus 2009.

“Reaksi presiden yang tidak wajar menimbulkan tanda tanya. Kenapa presiden SBY menjadi begitu panik dengan isu Century bila dikaitkan dengan SMI dan Presiden SBY. Ada apa dibalik kepanikan tersebut,” tanya M Misbakhun, Inisiator Pansus Century dan Tim-9 dalam siaran persnya, Kamis (10/11/2011).

Padahal menurut Misbakhun pertemuan itu wajar berkaitan dengan jabatannya masing -masing. Yaitu Sri Mulyani sebagai Managing Director World Bank yang sedang mengadakan pertemuan dengan para menteri Keuangan ASEAN di Indonesia. Lalu berkunjung ke Presiden SBY sebagai pimpinan yang negaranya dijadikan tempat untuk penyelenggaran itu.

Dugaan yang justru muncul, kata dia, apakah reaksi berlebihan itu berkaitan dengan surat Sri kepada Presiden SBY sudah mulai terbuka ke publik. Yaitu surat yang bisa membuktikan bahwa Sri selaku ketua KSSK dan Menteri Keuangan sudah melaporkan ke Presiden terkait proses Bailout Century.

“Faktanya selama ini kan dibantah oleh presiden SBY yaitu bahwa SMI tidak pernah melaporkan bailout Century kepadanya,” pungkasnya. Tiga surat laporan itu adalah S-01/KSSK.01/2008 tanggal 25 November 2008, SR-02/KSSK.001/2009 tanggal 4 Februari 2009 dan SR-36/KMK.01/2009 tanggal 29 Agustus 2009.

Sebelumnya, Presiden mengeluhkan pemberitaan salah satu stasiun televisi terkait pertemuan dirinya dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani yang mengkait-kaitkan dengan kasus Century.

“Konon di sebuah televisi, saya memang tak melihat langsung, kalau memang benar, disebut bahwa pertemuan itu dalam rangka konspirasi Century. Saya sebut ini ada yang tidak waras,” kata Presiden SBY saat memimpin sidang kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (9/11/2011).

Dia membantah bila pertemuan dirinya dengan bekas Menteri Keuangan itu terkait dengan kasus Century. Presiden menjelaskan pertemuan antara dirinya dengan Sri Mulyani merupakan hal yang lumrah dilakukan jika terdapat pejabat senior internasional datang di Indonesia. [] ini/metro/lara