HMINEWS.COM IRAN – Badan Pengawas Nuklir PBB, IAEA menyerukan keprihatinan tentang aktivitas nuklir Iran yang sudah memasuki fase pengembangan senjata nuklir.  Hal ini dinyatakan IAEA dalam laporan yang dipublikasi pada hari Selasa (8/11) dan akan melaporkan masalah ini ke Dewan Keamanan PBB pekan depan.

Menyikapi laporan ini, Iran mengatakan Kepala IAEA, Yukiya Amano sebagai pion Amerika Serikat. “Saya sangat menyesali bahwa mereka (negara Barat) sudah menetapkan seseorang untuk mengelola sebuah lembaga (IAEA) yang tidak mempunyai yuridiksi independen bahkan melanggar aturannya sendiri (mengacu pada dugaan kebocoran isi laporan kepada media)”, kata  Ahmadinejad, yang diberitakan koran lokal Iran, Kayhan International.

Bagi Ahmadinejad, peran Amano sebagai pion AS terlihat dengan mempertanyakan mengapa lembaga yang sama tidak menerbitkan satu laporan pun mengenai aktivitas senjata nuklir yang dilakukan pemerintahan Obama dengan negara-negara sekutunya dan ribuan pangkalan militer AS di seluruh dunia yang menyembunyikan bom atom yang membahayakan perdamaian dunia. “Amerika sudah membuat beberapa lembar kertas dan memberikannya kepada Amano dan dia berbicara di sana-sini tentang kertas-kertas itu,” ucap Ahmadinejad.

Ahmadinejad mengingatkan bahwa tanpa bantuan teknologi senjata nuklir, mereka sudah mampu untuk ‘memotong tangan AS’. Iran sekali lagi menolak tuduhan apa pun yang dimasukkan dalam laporan IAEA, AS, dan semua sekutunya. Kata Ahmadinejad kepada IAEA.
“AS menuduh Iran memproduksi bom atom, sementara negara tersebut memiliki lebih dari 5.000 bom atom, jika Amerika terlibat dalam tindakan apa pun terhadap bangsa Iran, mereka pasti akan menyesali tindakannya akibat respon yang akan langsung ditunjukkan rakyat Iran,”  ungkap Ahmadinejad seperti dikutip dari laman IRNA. [] Rep/BS