HMINEWS, Jakarta – Mulai 20 Oktober ini, beredar film keluarga yang menginsipirasi di bioskop-bioskop. Diinspirasi oleh kegemilangan siswa-siswa Indonesia dalam pelbagai olimpiade sains internasional. Film produksi Mizan Production tersebut berjudul “Mesrakung” “seMESTA menduKUNG”

========================================================

“seMESTA menduKUNG”

Sebuah Film oleh John De Rantau

Sinopsis

Sebuah film yang menggambarkan kuatnya persahabatan, kecintaan pada sains, dan arti kasih ibu. Film ini terinspirasi dari kisah-kisah gemilang putra-putri Indonesia mengangkat nama Indonesia di kancah dunia internasional lewat pelbagai olimpiade sains. Muhammad Arief (Sayef Muhammad Billah), anak dari sebuah keluarga miskin di Sumenep, Madura, sangat menggemari sains, khususnya fisika. Meski tinggal jauh dari kota besar dan bersekolah dengan fasilitas yang serba minim, tak menyurutkan cintanya pada fisika. Arief tinggal bersama ayahnya, Muslat (Lukman Sardi), mantan petani garam yang beralih profesi menjadi sopir truk serabutan karena ladang garam sedang dilanda paceklik. Lantaran kondisi ekonomi  keluarga yang serba kekuranganitu, ibu Arief, Salmah (Helmalia Putri), terpaksa bekerja sebagai TKW di Singapura.  Setelah bertahun-tahun  belum juga kembali, dan tidak pernah memberi kabar,  Arief sangat merindukannya. Arief bekerja di bengkel sepulang sekolah dengan cita-cita mengumpulkan uang untuk mencari ibunya. Arief akan dibantu oleh Cak Alul (Sudjiwo Tedjo), seorang berandalan kampung. Di sekolah, Ibu Tari Hayat (Revalina S. Temat), seorang guru fisika,  melihat bakat besar yang dimiliki Arief. Perempuan Minang yang mencintai dan memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan itu rela “terdampar” di Madura demi menemukan intan-intan cemerlang di antara murid-muridnya.  Dan salah satu intan itu adalah Arief. Berkat dorongan Ibu Tari, Arief ikut seleksi olimpiade sains yang akan diadakan di Singapura. Namun, sesungguhnya Arief memiliki agenda tersembunyi: menemukan ibunya di sana. Seleksi dilakukan oleh Pak Tio Yohanes (Ferry Salim) di Jakarta, yang dibantu oleh Deborah Sinaga (Febby Febiola). Para peserta bersaing untuk lolos, sekaligus menjalin persahabatan. Arief menjalin persahabatan dengan Muhammad Thamrin (Angga Putra, pernah bermain sebagai Komet dalam Alangkah Lucunya Negeri Ini) dan Clara Annabela (Dinda Hauw), pernah bermain sebagai Keke dalam Surat kecil untuk Tuhan). Arief sempat berseteru dengan Bima Wangsa (Rangga Raditya, pernah bermain sebagai Guntur dalam King), dan Erwin Manik (Rendy Ahmad, pernah bermain sebagai Arai dalam Sang Pemimpi). Arief juga berkenalan dengan Cak Kumis (Indro Warkop), penjual ketoprak keliling asal Madura yang memberinya ilmu kehidupan. Pak Tio senantiasa menyemangati Arief dan peserta lain dengan mengajarkan sebuah keyakinan yang disebutnya MESTAKUNG atau semesta mendukung. Inti ajaran itu adalah bahwa apabila seseorang yakin, fokus,  dan berusaha keras untuk mencapai sesuatu, ia pasti akan meraihnya karena seluruh semesta akan  mendukung. Akankah Arief berhasil lolos seleksi dan ikut olimpiade fisika dunia? Dan apakah Arief menemukan ibunya kembali? Selain kisah yang menginspirasi, film yang disutradari John De Rantau (karya sebelumnya, Denias dan Obama Anak Menteng) ini menyuguhkan lanskap eksotis Pulau Madura, lengkap dengan karapan sapi yang meriah, serta kemegahan Jembatan Suramadu.  Syuting dilakukan di Sumenep, Pamekasan, Bogor, Jakarta, dan Singapura. Selain itu Golliath, sebuah band yang terkenal di kalangan anak-anak muda, menyumbang tiga lagu yang menjadioriginal sound track film ini, yaitu Indonesia, Ibu dan Semesta Mendukung (theme song). Prinsip semesta mandukung (Mestakung) diperkenalkan oleh Prof. Yohanes Surya dalam buku yang berjudulMestakung, yang menjadi dasar keberhasilan beliau menjalankan program-program yang berhasil mengangkat nama baik Indonesia di kancah internasional melalui prestasi siswa-siswa Indonesia di kancah olimpiade sains internasional #Semesta Mendukung: Karena, dalam hidup, tak ada yang tak mungkin Film ini diproduksi oleh Mizan Productions dan Falcon Pictures, bekerja sama dengan Surya Institute. Mizan Productions sebelumnya memproduksi film-film antara lain Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, Sang Pemimpi, “3Hati 2DUnia 1Cinta”, Emak Ingin Naik Haji. Falcon Pictures sebelumnya memproduksi Dawai Dua Asmara, Milli dan Nathan