HMINEWS.COM

 Breaking News

Resensi: Artema

November 06
04:00 2011

ARTEMA

Judul: Artema

Penulis: Qusthan Abqary

Tebal: 94 halaman

Harga: Rp. 25.000,-

Pemesanan: 085228463184

 

Sinopsis:

“Seorang anak perempuan kecil, Artema, secara polos dan lugu menanyakan satu pertanyaan yang menyeret ingatan ayah kembali ke masa kecilnya, yaitu ketika ayah bertanya hal yang sama kepada kakek. Gambaran historis mengenai bahasa tiga agama samawi merupakan saripati dari diskusi antara ayah, kakek, dan dilanjutkan dengan Artema. Pertanyaan sederhana yang mendua. Di satu sisi, pertanyaan tersebut dapat meyakinkan umat agama tertentu untuk semakin meyakini dan memelajari agama, kepercayaan, dan sistem kehidupannya. Di sisi lain, pertanyaan itu tak dapat diajukan kepada umat agama samawi lainnya, entah demi kerukunan, entah demi toleransi.

Seiring dengan perjalanan waktu, Artema pun tumbuh menjadi remaja yang menghasrati berbagai tanya yang tak biasa. Akal pikirannya menembus rerata remaja putri sezaman. Boleh jadi, hal itu berkaitan dengan asal-usul ibunya. Ilmenau, kota kecil di dekat Erfurt yang menjadi ibukota negara federal Thüringen, merupakan bekas wilayah dari Jerman Timur. Kota ini menyimpan sejarah yang tak kurang fenomenal. Pada musim panas 1923, berlangsung Erste Marxistische Arbeitswoche di Jerman yang didanai oleh Felix J. Weil, seorang Yahudi-Jerman yang mewarisi banyak harta dari kedua orangtuanya. Tercatat beberapa nama seperti George Lukács, Karl Korsch, Richard Sorge, Karl August Wittgofel, hingga Friedrich Polloch hadir di dalam pertemuan itu. Di kota kecil itulah ayah dan ibunya bertemu.

“Bagi mereka yang pernah lahir dan besar di dua kebudayaan yang berbeda, tentunya orangtua harus memberikan alasan yang lebih meyakinkan sekedar janji surgawi,” demikian ujar Hasan Batuah, ayah Artema, ketika berusaha menunda untuk menjawab salah satu pertanyaan Artema yang beranjak remaja. Penggalan dialog di antara ayah dan anak dalam novel sederhana ini boleh jadi membantu keluarga yang berusaha untuk menembus klise yang mengendap dalam nalar publik.”

 

Profil Penulis

Qusthan Abqary ialah peneliti sekaligus penulis lepas yang fokus pada filosofi, ilmu pengetahuan, dan relasi di antara keduanya sebab — seperti yang dikatakan seorang bijak kepadanya — setiap filosofi ada ilmunya dan setiap ilmu ada filosofinya. Ia dapat ditemui di http://abqary.net. Qusthan adalah lulusan Fekultas Filsafat UGM dan mantan Direktur Lembaga Seni Budaya (LSB) PB HMI periode 2009/2011. Saat ini Qusthan adalah salah kontributor HMINEWS, sejak awal tahun 2012, ia akan bermukim di Melbourne, Australia, untuk melanjutkan studi filosofi.

 

Berminta membeli buku ini? Klik http://grelove.com/?p=149

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.