HMINEWS.COM

 Breaking News

Jusuf Kalla: Ketik KOMODO Kirim 9818, Buruan!

October 11
09:44 2011

HMINEWS – Wakil Presiden RI periode 2004-2009, HM Jusuf Kalla, yang didaulat sebagai Duta Komodo terus mengampanyekan Taman Nasional Pulau Komodo. Seluruh lapisan masyarakat diminta agar memberikan dukungan melalui pesan singkat atau short message service (SMS) agar Pulau Komodo masuk dalam New7Wonders.

Seruan dukungan pada Taman Nasional Pulau Komodo dilakukan dari forum resmi hingga di tempat ibadah. Usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, JK langsung meminta para jemaah mengangkat telepon selulernya.

“Pulau Komodo memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Keunikan alam, baik flora dan fauna termasuk binatang langka Komodo menarik minat turis untuk datang. Ayo semua hapenya diaktifkan. Kita kirim dukungan ramai-ramai,” ajak JK sambil menuntun secara detail cara memberikan voting.

Secara spontan, para jemaah langsung menunjukkan telepon selelur dan mengirimkan SMS ke nomor 9818 setelah mengetik kata KOMODO. Dukungan kepada Pulau Komodo sebagai kandidat Tujuh Keajaiban Dunia yang baru atau New7Wonders juga dapat dilakukan melalui situs www.pilihkomodo.com.

Menurut JK, SMS yang dikirim bukan hanya wujud dukungan kepada komodo saja. Terpilihnya Taman Nasional Pulau Komodo sebagai New7Wonders ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang hidup di pulau-pulau yang didiami hewan langka komodo.

JK mengungkap, hasil kunjungannya ke Pulau Komodo bersama pengusaha dan wartawan pada 4 Oktober lalu menunjukkan sebagian besar penduduknya asal Bugis dan Makassar. Wisatawan lokal dan mancanegara dengan sendirinya akan berkunjung ke pulau eksotik di Nusa Tenggara Timur itu bila akhirnya terpilih dan terkenal.

“Kehidupan masyarakat, termasuk orang Bugis dan Makassar yang ada di pulau itu bisa lebih makmur bila banyak wisatawan berkunjung. Makanya, tulis kata KOMODO dan kirim SMS sekarang ke nomor 9818. Yang tidak bawa hape (handphone, red) sekarang, bisa melakukannya di rumah,” seru JK.

Seruan yang sama juga diutarakan JK saat meninjau pelaksanaan donor darah di kampus Universitas Fajar (Unifa). Setelah melihat-lihat jalannya proses donor darah, ia langsung mengajak mahasiswa dan dosen Unifa yang hadir untuk bersama-sama mendukung Pulau Komodo melalui SMS.

“Kalau terpilih sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia, wisatawan akan ramai. Kita bantu supaya terwujud agar perekonomian orang NTT bisa berkembang, tidak miskin lagi. Itu yang penting. Bukan cuma komodo saja yang penting,” kata JK.

Ketika menghadiri pertemuan dekan ekonomi se-Indonesia di Baruga Prof Ahmad Amiruddin Universitas Hasanuddin, Jumat (7/10), JK juga menyerukan dukungan yang sama. Seluruh hadirin yang hadir dimintanya mengirimkan SMS voting dukungan ke 9818.

Seruannya langsung mendapat respons dari peserta pertemuan dengan mengambil telepon seluler masing-masing dan mengirimkan SMS voting. Menurut JK, hanya dengan satu SMS bisa membawa perubahan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur tetapi hingga ekonomi nasional.

Semakin besar wisatawan datang ke Taman Nasional Pulau Komodo yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia, maka devisa juga bertambah. Ekonomi masyarakat tentu akan meningkat. Namun, itu bisa terwujud bila masyarakat Indonesia terus mengirimkan dukungannya melalui voting SMS, email, atau telepon.

Dukungan pada Taman Nasional Pulau Komodo tersisa sekitar 33 hari lagi. Voting SMS, telepon, dan email ditutup 11 November mendatang. JK menilai peluangnya masih sangat besar. Jumlah penduduk dan pengguna telepon seluler di Indonesia sangat besar, sehingga bila semua mendukung, bukan hal mustahil Taman Nasional Pulau Komodo satu dari tujuh keajaiban dunia.

Situs resmi pemilihan tujuh keajaiban dunia www.new7wonders.com memperlihatkan tren voting nominator yang bergerak naik, stagnan dan menurun. Taman Nasional Pulau Komodo salah satu yang memperlihatkan tren menurun setelah sempat bertengger di peringkat keempat.

Nominator yang votingnya terus bergerak naik yakni, Hutan Amazon di Amerika Selatan, Air Terjun Angel di Venezuela, Teluk Fundy di Kanada, Air Terjun Iguazu di Argentina, Milford Sound di Selandia Baru, Gunung Meja di Afrika Selatan, Uluru di Australia, Gunung Vesivius di Italia, dan Yushan di Taipei China.[jpnn/ian]

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.