Maher Zain, sang penyanyi lagu-lagu Islami asal Swedia ternyata pernah menjadi produser musik non-religi. Namun, saat itu ia merasa kehidupan rohaninya terasa kering. Ia selalu absen berdoa dan salat lima waktu. Itulah yang menjadikannya sekarang berpindah menjadi penyanyi religius.
“Saya pernah menjadi produser musik untuk genre yang lain. Saat itu saya tidak pernah melakukan apa-apa. Saya jarang berdoa, salat, dan yang lain-lainnya,” ujar Maher Zain, saat jumpa pers ‘Konser Silaturahmi untuk Indonesia’, di Airman Planet Lounge, Hotel Sultan, Senayan (4/10/2011).
Oleh karena itu, sejak tiga tahun lalu, Maher melakukan sesuatu yang dapat mendorong kaum muda bertindak positif.
“Dari situlah saya memulai semuanya, saya ingin menyampaikan pesan positif lewat lagu,” ucapnya.
Maher sangat senang ketika lagu ‘Insha Allah’ yang dinyanyikannya bersama Fadly, vokalis grup band Padi itu, mendapatkan reaksi positif di Indonesia. Lagu tersebut booming dan sangat populer, bahkan disukai banyak orang. [] lara