HMINEWS, Jakarta –  Putusan terhadap gugatan perdata terhadap Ruhut Sitompul atas pernyataannya terhadap para aktivis yang menolak gelar pahlawan Suharto sebagai anak PKI ditunda sampai dengan 10 November 2011. Setelah mengalami sidang berkali-kali selama hampir satu tahun, semula hakim PN Jakarta Pusat berencana membacakan putusan pada tanggal 17 Oktober lalu, namun dengan alasan majelis hakim belum selesai bermusyawarah, maka ditunda.

Penundaan ini cukup membuat para penggugat dari para aktivis Petisi 50, HMI, dan PMKRI yang tergabung dalam TEGUR (Tim Advokasi Gugat Ruhut). Pasalnya mereka sudah menjalani proses persidangan yang cukup lama.

“Penundaan sidang adalah hak hakim. Tapi kasus ini berjalan sudah sangat lama. Saya harap pada tanggal yang telah dijanjikan tidak ditunda,” kata kuasa hukum penggugat, Gatot Goei usai sidang (17/10/2011) sebagaimana dikutip oleh detik.com.

Ruhut Sitompul digugat secara perdata oleh Tim Advokasi Gugat Ruhut (Tegur) atas pernyataannya bahwa pihak yang menolak usulan pemberian gelar pahlawan kepada almarhum Soeharto adalah anak PKI (Partai Komunis Indonesia). Pernyataan ini dilansir dalam sebuah situs berita online www.inilah.com.

Pihak penggugat meminta PN Pusat mengabulkan tuntutan ganti rugi terhadap Ruhut, berupa materil dan imateril. Gugatan materil tersebut berjumlah Rp 131.300, dan imateril sebesar Rp 62 miliar, serta meminta maaf atas ucapannya melalui media masa. [] lara