HMINEWS -Dr. H. Zaini Abdullah setelah 35 Tahun kembali melakukan pemeriksaan pasien pada acara Pengobatan Massal gratis yang dilakukan oleh Teuming Clinik bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang dan Komite Peralihan Atjeh (KPA) Wilayah Teuming, Senin tanggal 10 Oktober 2011 di Pajak Peukan Kampung Simpang Empat Upah Kecamatan Karang Baru.

Teuming Clinik mengadakan acara pengobatan massal gratis dan donor darah  untuk sekitar lebih kurang 250 orang masyarakat Kampung Simpang Empat -Upah Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Klinik ini didirikan pasca Banjir Bandang Tahun 2006 di Aceh Tamiang dengan tujuan untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang serta disokong bantuan dana oleh Pemkab Aceh Tamiang dan Juga APBA, Teuming Clinik sendiri masih eksis beroperasi hingga saat ini dan dengan membuka klinik pengobatan 24 Jam secara gratis di Tugu Upah Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.
Dr. H. Zaini Abdullah dan rombongan yang baru saja kembali dari acara Halal bi Halal dengan masyarakat Aceh Sepakat se-Sumatera  2 hari yang lalu. Pada pelaksanaan acara Pengobatan Massal Gratis tersebut beliau di dampingi oleh Ketua KPA Wilayah Teuming Tgk. Agus Salim serta Ketua DPW PA Kabupaten Aceh Tamiang Tgk. Mustafa (labu), Dr. H. Zaini Abdullah sempat memeriksa beberapa pasien yang sakit sebelum melanjutkan kunjungan ke Bangunan Teuming Clinik yang baru dibangun, atas bantuan dana Aspirasi anggota DPRA dari F-Partai Aceh yaitu Tgk. Nurdin Cut, pada saat kunjungan beberapa tokoh masyarakat bahkan mengusulkan agar Teuming Clinik ini dapat menjadi cikal bakal sebuah rumah sakit yang besar dan bertaraf internasional dengan nama Rumah Sakit Umum Dr.H. Zaini Abdullah.
Masyarakat sangat antusias dan terharu dapat bertemu dan bertatap muka kembali dengan Dr. H. Zaini Abdullah yang pernah bertugas di Puskesmas Karang Baru dan Kota Kuala Simpang selama lebih kurang 4 Tahun dari Tahun 1972 s/d 1976, beliau kemudian terpaksa meninggalkan pekerjaan dan tugasnya sebagai seorang dokter karena harus ikut dalam pergerakan perjuangan membebaskan Aceh dari penindasan, menuntut keadilan, kesamaan hak dan perbaikan martabat bangsa Aceh bersama Wali Tgk. Hasan Muhammad di Tiro dengan memproklamirkan GAM (Gerakan Aceh Merdeka), dan pada waktu itu beliau diangkat sebagai menteri kesehatan pada kabinet pertama ASNLF (Acheh Sumatera National Liberation Front) dan pada Tahun 2002 beliau diangkat menjadi Menteri Luar Negeri GAM di pengasingan.
Saat ini beliau sebagai salah seorang Petinggi Partai Aceh yang merupakan Partai Lokal yang lahir dari hasil perjanjian Damai MoU Helsinki 15 Agustus 2005, dimana beliau juga sebagai salah seorang tim perunding dari GAM pada perjanjian tersebut, pada Februari Tahun 2010 beliau  dicalonkan oleh Partai Terbesar dan Pemenang Pemilu Legislatif tahun 2009 di Aceh itu sebagai Calon Gubernur untuk ikut dalam Pemilukada Aceh dan Muzakir Manaf sebagai Calon Wakil Gubernur.