HMINEWS – Minggu pagi (9/10), tepat pukul 08.00 WIB, Yayasan Anand Ashram (YAA) mengunjungi panti asuhan Panti Yatim Indonesia (PYI) – Yayasan Al Fajr, berdiri tahun 1998 – beralamat di Jalan Tebet Barat IV, Jakarta Selatan untuk mengadakan bhakti sosial.

Kegiatan bhakti sosial ini sudah merupakan agenda rutin setiap bulan Yayasan Anand Ashram – yang didirikan oleh Spiritualis Lintas Agama, Tokoh Perdamaian Dunia, penulis buku lebih dari 140-an judul. Masyarakat luas mengenal Yayasan Anand Ashram (YAA) dengan program Seni Pemberdayaan Diri-nya (Semedi) yang telah membantu ribuan orang untuk menyadari dan mengembangkan potensi diri mereka. Yayasan ini juga dikenal dengan teknik-teknik cerdasnya untuk mengembangkan potensi diri setiap orang yang berminat.

Salah satu keahlian mereka adalah telah mempopulerkan teknik olah raga tawa yang telah memasyarakat. Maka dapat dibayangkan ketika kunjungan ke panti asuhan  PYI Tebet Barat yang dihuni anak-anak yatim. Lebih dari 50-an orang anak yatim yang telah menanti kedatangan kakak-kakak dari YAA.

Mereka tak bisa menahan diri untuk ikut bernyanyi, menari dan tertawa lepas. Wah, ada apa?

“Acara seperti ini jarang kita alami. Anak-anak di sini tergolong sulit mengekspresikan diri, apalagi tertawa bebas, menyanyi dan menari. Saya sangat gembira ada bentuk kegiatan seperti ini karena biasanya anak-anak jarang atau bahkan belum pernah mengalaminya,” jelas Nana (41), Kepala Asrama Panti Yatin Indonesia Tebet Barat yang mengasuh anak lelaki sebanyak 23 orang di tempatnya. Sisanya yang hadir hari ini berasal dari asrama yatim terdekat yang kebanyakan terdiri dari anak perempuan.

Awalnya memang adik-adik ini terlihat kaku mengikuti gerakan tawa yang dicontohkan kakak-kakak dari YAA. Namun tidak lama segera duapuluhan kakak dari YAA menciptakan suasana yang lebih akrab, sehingga adik-adik panti asuhan dapat terpingkal-pingkal dan tergelak tawa. Mereka pun diberitahu bahwa tertawa dapat menyehatkan badan, pikiran dan dapat membantu konsentrasi lebih fokus bila belajar.

Dorongan itu membuat mereka dapat lebih bebas berekpresi. “Saya senang bisa ikut tertawa karena lucu,” ujar Sifa (11) – kelas 6 SD, yang sering terlihat tersenyum malu di antara teman-temannya. Sifa yang bercita-cita ingin menjadi dokter ini mengaku gembira sekali diajarkan teknik tertawa kepada mereka.

Satu lagi adik yang tidak kalah hebohnya adalah Dede (11). Ia tak juga mampu menahan diri untuk  tertawa dan ikut  bergoyang mengikuti gerak tari oleh Kak Sitha Suryo. “Senang bisa tertawa, enak dengarin lagu-lagunya, lucu dan yang  ginian jarang,” akunya. Ia pun mengharapkan kakak-kakak dari YAA mau datang lagi berkunjung.

“Efektif sekali cara seperti ini untuk anak-anak. Maunya ada kegiatan seperti ini seminggu sekali karena cocok untuk anak-anak. Ada musiknya, ada lagunya dan terlebih gerakan tertawanya,” terang Pak Nana di akhir acara. Betapa ia mengharapkan adanya pihak yang memperhatikan kebutuhan anak yatim yang bisa membuat mereka tertawa gembira bersama dalam suasana yang akrab layaknya sebuah keluarga.

Siapa pun pastilah akan ikut tertawa menyaksikan aksi kakak-kakak  dari YAA yang kocak dan lucu. Tak terasa mereka sudah satu jam lebih menghibur adik-adik. Meski pun pertemuan hanya sekitar satu setengah jam saja, namun kakak-kakak dari YAA selama itu pula telah berhasil membagikan keceriaan. Ada senyum indah tersungging di wajah mereka.  Ya, tawa renyah 50-an anak yatim…

__________________________

(Reporter: David Ezsar Purba, Editor: T. Nugroho, Fotografer: Prabu Dennaga).