HMINEWS – Direktur Rumah Ekonomi Rakyat (RER), Taufiq Amrullah menilai krisis ekonomi yang melanda Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat terlalu kecil berdampak pada perekonomian Nasional. Pasalnya, krisis tersebut berbeda dengan krisis keuangan pada tahun 1997.

“Terlalu kecil dampak krisis di Eropa dan Amerika Serikat bagi perekonomian Indonesia” kata Taufiq di Jakarta Senin (3/10/2011)

Menurut Taufiq, struktur perekonomian Indonesia dengan Eropa dan Amerika Serikat sangat berbeda. Krisis 1997 dan 2008 lebih banyak disebabkan runtuhnya perusahaan-perusahaan kakap, tahun ini justru negaranya juga rontok.

“Di Indonesia tidak mengalami apa yang sedang dialami Eropa dan Amerika Serikat. Karena nilai ekspor tidak terlalu besar dalam perdagangan ke negara tersebut” ujarnya.

Menurutnya, Nilai tukar Rupiah yang belum stabil merupakan sesuatu hal yang biasa. melemahnya rupiah tentu suatu yang menggembira bagi eksportir.

“Nilai tukar rupiah yang melemah membuat permintaan ekspor menurun.Sementara negara importir diperkirakan  akan berpikir ulang untuk memperpanjangnya, itu artinya suatu keuntungan bagi produk lokal.

Taufiq mengatakan, salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari krisis adalah dengan menggarisbawahi pentingnya perekonomian domestik. Infrastuktur seperti hal jalan raya, pelabuhan, dan pelayaran antarpulau harus lebih diutamakan.

Taufiq juga berharap nilai tukar rupiah tetap stabil sehinga membawa angin segar bagi eskportir dan Rakyat Indonesia.

“Perlunya memperkuat ekonomi kreatif dan terus mencetak wirausawan muda untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari ancaman krisis global, demikian Taufik. [Ian]