Sumber Foto: Dok. Panitia

Korps Alumni HMI (KAHMI) yang merupakan wadah untuk meneruskan perjuangan bagi kader HMI, di dorong untuk lebih proaktif membela kepentingan rakyat sesuai dengan cita-cita HMI yaitu untuk terwujudnya masyarakat yang diridhoi Allah SWT.

Dorongan ini disampaikan oleh salah satu Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI, Harry Azhar Azis dalam sambutannya dihadapan alumni dan kader HMI yang hadir dalam acara Milad KAHMI ke 45 dan Silaturahmi halal bihalal yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta (5/11).

Menurut Harry Azhar, HMI berdiri dan langsung menyatu bersama para pejuang bangsa di tengah-tengah kancah perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan KAHMI dilahirkan ditengah-tengah perjuangan meluruskan dan menegakkan perjuangan amanat penderitaan rakyat. “Tugas KAHMI dan tugas seluruh alumni HMI adalah menabuh terus genderang agar jeritan penderitaan rakyat dapat diubah menjadi gubahan nyanyian gembira,” ujar Harry Azhar.

Di Indonesia, garis kemiskinan dihitung dengan pendapatan untuk makan dan nonmakan sebesar RP 233 ribu perbulan atau Rp 7.700 per hari dan menemukan angka penduduk miskin sebesar 31,02 juta jiwa. Bila dimasukkan penduduk hampir miskin yang jumlahnya sebesar 29,38 juta jiwa, maka total penduduk miskin dan hampir miskin mencapai 60,4 juta jiwa.

Ketua Panitia, Muzakkir Jabir

Sementara itu, pengangguran , sampai dengan Februari 2011 menunjukkan angka pengangguran terbuka Indonesia berjumlah 8,12 juta jiwa. Namun jumlah pengangguran terselubung diperkirakan lebih dari 34,3 jutajiwa.

Kondisi inilah yang menurut Harry Azhar yang manjadi perjuangan bagi alumni-alumni HMI. “Bagi alumni HMI yang kebetulan menjadi pejabat negara, pejabat lembaga negara, pejabat pemerintahan, baik pusat maupun daerah, tentu bertambah tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan kualitas nilai tambah dan pengabdiannya sebagai alumni HMI,” ujarnya.[]Adi