Sumber Foto: Antaranews.com

Indonesia adalah sebuah bangsa yang dibangun berdasarkan nasionalisme yang diaduk oleh sentimen akan nasib, cita-cita dan tujuan yang sama di atas konstruksi masyarakat multi etnik, alias masyarakat majemuk yang kerap juga disebut dengan nama masyarakat multikultural.

Demikianlah pandangan yang disampaikan oleh Menko Perekonomian, Hatta Rajasa saat memberikan orasi kebangsaan pada acara Milad Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang ke-45, yang bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta (5/11).

Dalam orasinya, Hatta Rajasa menegaskan Indonesia dibangun atas dua elementer penting. “Dualitas itu adalah nasionalisme dan multikulturalisme,” ujarnya.

Indonesia menurutnya, memerlukan nasionalisme sebagai dasar untuk membangun negara-bangsa yang eksistensinya menjadi relevan karena hadirnya sentimen sejarah dan kehendak untuk bersatu mencapai cita-cita dan tujuan bersama.

“Sebaliknya, Indonesia juga memerlukan sebuah ruang yang memungkinkan terpeliharanya raga identitas dan kesetiaan kolektif lama demi dan untuk atas nama Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar lahirnya bangsa Indonesia sejak awal. Sejarah mengatakan pada kita, mengabaikan salah satu diantaranya demi mengutamakan yang lain, hanyalah akan merusakkan keduanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hatta menuturkan, Indonesia memerlukan keduanya sekaligus. “Nasionalisme dan multikulturalisme masing-masing untuk dua hal yang berbeda. Nasionalisme menuntut hadirnya kesadaran untuk bersatu, dan multikulturalisme menuntut kesadaran akan pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap perbedaan,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh Presidium Kolektif KAHMI, juga dihadiri oleh beberapa tokoh politik, seperti Akbar Tanjung, Marzuki Alie, Mahfud MD dan juga Ja’far Hafsah.[]Adi