HMINEWS – Mesir mengumumkan keadaan siaga Sabtu (10/9) setelah para pemrotes menyerbu kompleks kedubes Israel dan terlibat bentrokan dengan polisi, yang memicu pengungsian dubes dan staf lainnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan massa itu satu insiden serius, sedangkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta Mesir melindungi kedubes itu.

Seorang pejabat Israel mengatakan Dubes Yitzhak Levano, para staf lainnya dan keluarga mereka semuanya meninggalkan Mesir tetapi  seorang diplomat senior tetap brada d negara itu. “Kami meninggalkan wakil dubes untuk mempertahankan kontak dengan pemerintah Mesir,” kata pejabat itu di Jerusalem  yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Ia mengatakan enam staf kedubes itu diselamatkan pasukan komando Mesir.

Serangan terhadap kedubes itu adalah yang terburuk sejak Israel menempatkan misinya d Mesir setelah menjadi negara Arab pertama  menandatangani perjanjian perdamaian dengan negara Yahudi itu sejak tahun 1979. Jordania mengikuti langkah Mesir itu tahun 1994.

Aksi kekerasan itu itu juga merupakan episode terburuk dalam hubungan yang tegang antara Mesir dan Israel sejak pembunuhan lima polisi Mesir bulan lalu di perbatasan ketika Israel mengejar para gerilyawan setelah satu serangan yang menimbulkan korban jiwa. Seorang tewas akibat serangan jantung Jumat malam dan sekitar 450 orang cedera, kata kementerian kesehatan Mesir.[MI/ant]