HMINEWS – Terkait peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah, tanggal 25 September 2011, beberapa OKP mengutuk pengeboman tersebut. Mereka diantaranya adalah PMKRI, HMI, PMII, HIKMAHBUDHI, GMKI dan sebagainya.

Sehari setelah peristiwa tersebut, gabungan elemen OKP seperti Perhimpunan Mahasiswa Katholik Indonesia (PMKRI), Himpunana Mahasiswa Islam (HMI), Hikmahbudhi dan lain-lain menggelar happening art dengan menyalakan lilin di bundaran HI, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut PMKRI mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut dan tetap menjaga perdamaian dan toleransi.

“Kami menghimbau masyarakat tidak terprovokasi pengembangan isu ke arah konflik horizontal,” kata Stefanus Gusma, ketua PP PMKRI, sebagaimana dikutip Cathnews Indonesia (26/9/2011).

Pernyataan kutukan juga disampaikan oleh Gerakan Integrasi Nasional (NIM). “Kami sangat menyesalkan tindakan teror dan kekerasan pemboman rumah ibadah yang kembali terjadi di Bumi Pertiwi tercinta pada Minggu (25/9)”, demikian sebagaimana disampaikan oleh direktur NIM Dr Wayan Sayoga.

Seemntara itu dalam siaran persnya, ketua umum PB HMI-MPO AltoMakmuralto juga menyatakan sikap mengecam tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan bertentangan nilai-nilai ajaran agama. Oleh karena itu PB HMI meminta kepada aparat terkait untuk mengusut dan menuntaskan kasus tersebut dan meminta kepada seluruh ummat beragama untuk tidak terpancing oleh peristiwa tersebut sebab dapat mengancam kerukunan antar ummat beragama. []