Malik Raharusun

HMINEWS –  Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) Menolak tegas usulan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Negara tentang pengusulan 27,5 jam mengajar bagi guru. Pasalnya hal tersebut dianggap memberatkan tidak mempertimbangkan sisi-sisi administratif bagi seorang guru. Demikian sebagaimana disampaikan oleh Ketua Komisi Pendidikan PB HMI, Malik Raharusun kepada HMINEWS (28/9/2011).

PB HMI menolak usulan Kementerian tersebut dengan alasan utama bahwa jumlah jam mengajar bagi guru sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tentang Guru dan Dosen, adalah 24 jam per minggu, sehingga tidak boleh lebih dari itu.

Menurut Malik, secara administratif, terlalu banyak beban kerja administrasi yang harus dilakukan oleh guru, mulai dari penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus Pembelajaran, Penyusunan Program Semester, Penyusunan Program Tahun, Analisis Butir Soal, serta Pembuatan Kisi-kisi untuk soal Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Semester.

Selain itu seorang guru juga diwajibkan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan meniliti per individu siswa dan per kelas, serta merancang dan mengevaluasi proses pembelajaran termasuk di dalamnya evaluasi kehadiran siswa.

“Selama ini pemerintah hanya menghitung jumlah jam tatap muka seorang guru bersama muridnya di kelas, tetapi tidak menganalisis beban administrasi yang harus dikerjakan oleh seorang guru. Tuntutan mengajar 24 jam per minggu saja sudah dirasa berat dengan pertimbangan kerja administrasi guru, yakni jika 24 jam mengajar dibagi 6 hari aktif sekolah, maka dalam seminggu seorang guru harus mengajar tatap muka 12 kelas, dengan ketentuan sehari 2 jam pelajaran. Dan jika per kelas jumlah siswanya 30 siswa, maka penelitian analisis tindakan kelas serta evaluasi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru kepada siswa dengan jumlah 30 x 12 = 360 siswa”, demikian kata Malik.

Dikhawatirkan, dengan jumlah beban administrasi yang harus dikerjakan oleh seorang guru dikali jumlah jam mengajar guru, maka tugas utama guru yakni mengajar dan mendidik akan terabaikan, karena guru lebih disibukkan oleh aktifitas di luar peran pokoknya sebagai pendidik. [] Lara