HMINEWS – Mahkamah Agung secar tiba-tiba memutasi Hakim Albertina Ho dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan ke PN Sunagiliat, Pulau Bangka. Mutasi tersebut sarat kepentingan mengingat Albertina Ho saat ini sedang menangani kasus Jaksa Cirus Sinaga di Pengadilan Tipikor dan juga kasus Anand Krishna.

Seorang warga biasa dari Yogyakarta bernama Nugroho Angkasa melayangkan surat protes kepada Mahkamah Agung terkait dengan mutasi tak berdasar tersebut. Berikut ini adalah bunyi suratnya:

———————– 

Kepada Yth. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia

Dr. Harifin A. Tumpa, S.H., M.H.

Pertama-tama izinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya yang bernama T. Nugroho Angkasa S.Pd ialah warga negara Republik Indonesia yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sehari-hari saya bekerja sebagai Guru Bahasa Inggris di PKBM Angon.

Sehubungan dengan adanya mutasi oleh Mahkamah Agung RI, terhadap “hakim bersih” Ibu Albertina Ho dari Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Jakarta Selatan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Sungailiat, Kabupaten Bangka Induk, di Propinsi Bangka-Belitung, maka dengan ini saya menyatakan protes atas kebijakan tersebut.

Saya berpendapat bahwa kebijakan Mahkamah Agung RI untuk memutasi “hakim bersih” Ibu Albertina Ho ke Pengadilan Negeri Kelas IB Sungailiat, Kabupaten Bangka Induk, di Propinsi Bangka-Belitung, dengan alasan promosi adalah tidak tepat. Karena saat ini Ibu Albertina Ho sangat dibutuhkan untuk tetap berada di Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Ibu Albertina Ho merupakan hakim yang bersih dan telah menunjukan dedikasinya dalam menjamin rasa keadilan masyarakat, maka tidaklah selayaknya beliau justru “dipromosikan” ke sebuah kabupaten kecil. Saya berpendapat bahwa kebijakan mutasi oleh Mahkamah Agung RI terhadap “hakim bersih” Albertina Ho lebih merupakan suatu upaya “demosi” ketimbang promosi karier.

Sekali lagi, saya berpendapat bahwa mutasi “hakim bersih” Albertina Ho tidaklah tepat dilakukan saat ini. Karena di samping saat ini beliau sedang menangangi kasus yang sedang menjadi sorotan publik seperti kasus Jaksa Cirus Sinaga di Pengadilan Tipikor dan juga kasus Anand Krishna.

Ibu Albertina Ho merupakan “simbol” hakim bersih dalam pengadilan kita. Beliau telah memberi inspirasi bagi gerakan masyarakat madani dan antimafia peradilan di Indonesia. Oleh karenanya, saya berpendapat bahwa “hakim bersih” Ibu Albertina Ho harus tetap ditugaskan di Ibu Kota Negara Republik Indonesia, guna mendukung percepatan pemberantasan mafia peradilan di Indonesia.

Demikianlah surat protes ini saya sampaikan. Atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 29 September 2011

Hormat saya,

T. Nugroho Angkasa S.Pd