HMINEWS, Jakarta – Fungsi utama adanya kaum gerakan adalah mempelopori perubahan kepemimpinan nasional tanpa melalui jalur konstitusional. Jika perubahan dilakukan melalui jalur konstitusional, maka itu bukanlah tugas gerakan, melainkan tugas birokrat dan pendukung kekuasaan.

Kesimpulan diatas disampaikan oleh tokoh gerakan mahasiswa tahun 70-an Hariman Siregar dalam sebuah acara diskusi introspeksi atas gagalnya kaum gerakan yang dipelopori oleh mantan kativis 70-an di Galeri Kafe, Taman Ismail Marzuki (Jakarta, 28/9/2011).

Menurut Hariman, perubahan kepemimpinan nasional melalui jalan konstitusi saat ini hampir tidak bisa dilakukan, sebab kenyataannya, lebih gampang merubah konstitusi itu sendiri dari pada memakzulkan presiden. Oleh karena itu menjadi tugas gerakan untuk menggerakkan perubahan tanpa melalui jalur konstitusi.

“Konstitusi yang sebenarnya adalah rakyat Indonesia, jadi kaum gerakan harus bergerak mengembalikan kepemimpinan nasional ini kepada konstitusinya yang asli, yaitu rakyat Indonesia”, kata Hariman yang adalah mantan tokoh sentra peristiwa Malari ’74 tersebut.

Saat ini kepemimpinan nasional kita sudah tidak lagi berpihak kepada masyarakat melainkan kepada kepentingan dirinya masing-masing. Oleh karena itu kaum pergerakan harus bergerak mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil. [] lara