”]HMINEWS,Jakarta – Merespons semakin melemahnya gerakan kaum muda mahasiswa dalam melakukan kontrol terhadap penguasa, sejumlah aktivis menhgelar diskusi yang bertema ‘Kritik Otokritik Terhadap Aktifis’ di Taman Ismail Marzuki Jakarta Selatan, pada Rabu(28/09). Diskusi tersebut merupakan pembahasan lebih lanjut dari sebuah paper mengenai lesunya gerakan yang ditulis oleh aktivis Suparlan Parikesit.

Adapun yang menjadi narasumber diskusi adalah tokoh-tokoh pergerakan diantaranya Sri Bintang Pamungkas, Hariman Siregar, Parwan Parikesit, Haris Rusli dan moderator Hatta Taliwang.

“Diskusi tersebut adalah membahas tulisan saya tentang menghadapi kegagalan pergerakan para aktivis dalam menghadapi perjuangan perlawanan dengan pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat,”kata Parwan Parikesit saat diwawancarai suarakawan.com usai diskusi.

Parwan melanjutkan penilaian dia dalam tulisannya bahwa simpul-simpul pergerakan banyak sebetulnya, dan saya melihat belum ada magnet yang dapat menyatukan simpul-simpul pergerakan ini.”Leadership,Konsolidasi, Sosialisasi dan Logistik yang menjadi persoalan ‘lesunya’ pergerakan aktifis,”urainya.

Saat ini, lanjutnya solusi dalam masalah ini adalah gerakan yang terorganisir yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang bisa mengorganisir gerakan yang besar. [] suarakawan/lara