HMINEWS – Puluhan anggota dan pendukung Persatuan Nasional Demokratik melakukan protes di depan Kedutaan Besar Amerika di Tel Aviv, menuntut AS tidak untuk memveto usulan pembentukan negara Palestina di PBB.
 
Para pengunjuk rasa membawa poster yang berbunyi, “Amerika – Boneka Israel”, “Yes, untuk Palestina, No, untuk veto Amerika”, “Amerika, jatuhkan topeng topeng”, “Hancurkan benteng terakhir penjajahan”, dan poster lainnya menyerukan kebebasan dan kemerdekaan.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang menegaskan tuntutan Palestina yang sah untuk kenegaraan dan kemerdekaan.

Ketua Persatuan Nasional Demokratik (NDA) Wasel Taha, Sekretaris Jenderalnya Awad Abdul Fattah, wakilnya Mustafa Taha, dan puluhan anggota dan pendukung berpartisipasi dalam protes tersebut.

Taha menyatakan bahwa protes ini hanyalah awal dari kegiatan nasional untuk memprotes kebijakan Amerika-Israel yang menolak hak sah Palestina mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

“Kami percaya bahwa PBB melangkah dalam arah yang benar, kita mendukung kepemimpinan Palestina untuk terus maju, menolak Israel dan kebijakan anti-perdamaian”,
 
Taha menyatakan, “ini dalah langkah mempertanyakan kembali kebijakan-kebijakan Amerika yang menolak hak-hak Palestina yang sah, sementara pada saat yang sama, Washington mengklaim mendukung gerakan revolusi Arab “.

Sementara itu salahseorang Anggota Arab Knesset, Hanin Zo’by, menyatakan bahwa protes ini merupakan protes terhadap veto Amerika, dan pesan kepada dunia Arab bahwa saatnya telah datang untuk menghapus AS dari peran mediasi.

Dia juga menyatakan bahwa apa yang dibutuhkan sekarang adalah tekad lebih untuk mencapai legitimasi internasional, dan bahwa setiap negara yang ingin menengahi pembicaraan damai, harus mendasarkan mediasi pada Hukum Internasional, Hak Asasi Manusia, dan hak-hak sah rakyat Palestina.