HMINEWS – Di Jakarta, Wakil Presiden Boediono didemo ribuan massa. Di Jambi, Presiden SBY pun mengalami hal yang sama. SBY didemo mahasiswa.

Siang tadi (Rabu, 21/9), sekitar pukul 11.00 WIB, di depan Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, ribuan massa mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menangkap Boediono. Saat menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam pengucuruan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century.

Di saat yang bersamaan, sekitar pukul 10.00 WIB, Presiden SBY tiba di Jambi. Di Jambi, SBY direncanakan melepas burung kutilang sebanyak 2.160 ekor, membuka Munas Tarbiyah Islamiyah, dan upacara mendapatkan gelar adat melayu Jambi.

Sesampai tiba di Jambi, SBY juga disambut oleh demo mahasiswa. Aksi ini digawangi oleh berbagai organisasi mahasiswa seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), , Lingkar Jambi, Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)l, Liga Mahasiswa Nasional untuk Denokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), aktivis HMI dan lain-lain.

Mahasiswa itu mendesak agar SBY-Boediono segera mundur. Mereka juga mendesak pemerintah Jambi membatalkan gelar adat yang akan diberikan kepada Presiden SBY.

Tidak ada pilihan bagi penegak hukum, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat ini kecuali segera menangkap mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono.

Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 21/9).

Pernyataan Tom ini terkait dengan aksi ribuan massa di depan Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, siang ini. Para demonstran itu mendesak penegak hukum untuk segera menyeret Boediono.

Menurut Tom, Boediono sudah jelas-jelas terbukti bersalah dalam skandal Century sebagaimana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Boediono juga yang terus merampok uang negara dengan berlindung di balik Peraturan Bank Indonesia (PBI).

“Boediono harus ditangkap sekarang juga. Kita lepaskan dulu posisi dia sebagai lambang negara sebagai Wapres karena dia merampok ketika jadi gubernur BI,” tegas Tom.

Bila KPK tidak juga menangkap Boediono, maka kata Tom hal itu menunjukkan dua indikasi. Pertama, pimpinan KPK sudah bermain di wilayah politik praktis.

“Atau mereka kebagian dari dana Century,” demikian Tom.[rima]