HMINEWS – Desakan reshuffle kabinet makin bermunculan sejalan dengan  genapnya  pemerintahan presiden SBY –Boediono yang masuk pada tahun ke dua, tidak hanya desakan yang datang dari sejumlah tokoh tokoh elit politik maupun partai politik baik yang dilingkaran SBY maupun diluar lingkaran SBY, tetapi desakan untuk mereshuffle kabinet makin mendapat legitimasi public dengan beberpa jajak pendapat seperti yang dilakukan oleh salah satu surat kabar ternama (kompas) serta beberapa lembaga survey.

Dari hasil jajak pendapat ataupun survey didapati bahwa public menilai kinerja pemerintahan SBY khususnya kinerja para menteri SBY  sangat buruk pada kisaran 70 % keatas , ini membuktikan bahwa selam dua tahun pemerintah SBY  tidak memberikan suatu perubahan yang besar bagi rakyat  dalam sector ekonomii maupun social  menuju yang lebih baik .

Menurut Ketua Umun Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono salah satu persoalan peyebab adanya desakan  baik dari public maupun sejumlah tokoh  untuk melakukan reshuffle adalah  pemerintahan SBY yang sangat korup yang terjadi pada tingkatan kementerian serta di pemerintahan daerah . seperti mega korupsi yang terjadi di kementerian olah raga dan pemuda, kementerian tenaga kerja dan transmigrasi  dan yang paling parah adalah tertangkap tangan dalam melakukan aksi  korupsinya, serta pelakunya banyak melibatkan orang orang terdekat SBY.

“Hasil jajak pendapat dan seruan para elit untuk melakukan reshuffle kabinet mungkin bisa menjadi bahan bagi SBY untuk melakukan reshuffle kabinet, tetapi ada hal yang paling penting yang harus diperhitungkan oleh SBY untuk segera melakukan perbaikan pemerintahannya   yaitu fenomena social yang terjadi dimasyarakat dimana saat ini sering kali terjadinya kekerasan dalam masyarakat serta keamanan yang makin tidak kondusif, seperti maraknya tawuran antar warga, tawuran antar pelajar dan mahasiswa, maraknya akasi aksi separatis di papua,aksi aksi vandalis   serta tidak adanya lagi  rasa aman bagi umat  bergama untuk menjalankan  ibadahnya  dan aksi aksi terorisme tentu ini bisa menjadi catatan bagi SBY menegani buruknya pemerintahan SBY dalam bidang POLKAM”, kata arief dalam siaran persnya yang diterima redaksi Selasa (27/9) di Jakarta.

Arief menilai hal yang  perlu menjadi dasar bagi SBY untuk melakukan reshuffle adalah kurang kompaknya  tim ekonomi SBY  yang disebabkan tidak kompetennya menteri menteri yang membidangi urusan ekonomi  ,apalagi ancaman angin  krisis perekonomi dunia mulai bertiup ke Indonesia, sehingga SBY harus berpikir ulang untuk bisa manata kembali tim ekonominya .

“Kiranya SBY harus dapat mempertimbangkan suara suara public dan fenomena fenomena social, politik dan keamanan serta situasi perekonomian  yang terjadi  selama dua tahun pemerintahanya .jika SBY tetap tuli dan menghiraukan semua ini maka yang kan timbul adalah kemarahan rakyat terhadap diri SBY” ujar Arief.

Kaum pekerja/buruh, kata Arief,  tentu saja merasakan dan melihat dengan jelas bagaimana buruknya pemerintahan SBY saat ini , disebabkan oleh kinerja menterinya yang buruk serta tidak kompentennya menteri menteri yang ada di kabinet SBY, hal yang paling dirasakan oleh kaum pekerja adalah jaminan rasa aman terhadap diri kaum buruh, tentu kita masih belum lupa kejadian yang menimpa kaum pekerja baik diluar maupun didalam negeri. Seperti dipenggalnya TKI di Arab Saudi, kasus pemerkosaan di angkot terhadap kaum buruh yang pulang malam.

“Kaum buruh juga merasakan bahwa saat ini biaya hidup  dirasakan sangat berat bagi kaum buruh, dan tingkat kesejahteraan buruh dan adaya beli makin menurun karena  pendapatn buruh tergerus dengan harga harga yang makin melambung tinggi. tentu ini juga jadi perhatian SBY untuk melakukan reshuffle kabinet agar dengan reshuffle kabinet pemerintahan SBY dapat memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi kaum buruh” kata Arief.

Terlepas dari semua itu, tambah Arief, SBY yang harus memutuskan reshuffle atau tidak , dan sebaiknya kita tidak perlu memaksakan SBY untuk melakukan reshuffle kabinet, toh jika SBY tidak mau melihat dan mendengar serta merasakan suara public, nantinya pada akhir masa jabatannya SBY akan mendapat gelar president paling gagal yang pemerintahannya sangat korup.

Adapun menteri-menteri yang layak untuk  di Reshuffle Kabinet, menurut Arief adalah Menakertrans, Menpora, Menhut, Menkumham, Menkopolkam, Meneg BUMN, Menko Ekuin dan Menteri ESDM.[ian]