HMINEWS – Pengacara Muhammad Nazaruddin, Afrian Bondjol, mengungkapkan inisial CDR yang menerima dana dari kliennya adalah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M. Hamzah.

Afrian mengatakan, testimoni soal inisial Chandra tersebut telah disampaikan kliennya kepada Komite Etik KPK. “CDR itu dari keterangan Pak Nazar memang untuk Pak Chandra. Inisial pak Chandra,” kata Afrian di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 8 Agustus 2011.

Menurut Afrian, dana untuk Chandra telah disetorkan pada pertemuan keempat di kediaman kliennya. Hanya saja, dia enggan membeberkan jumlah dana yang diberikan kepada pimpinan KPK Bidang Penindakan tersebut. “Ya, nantilah,” imbuhnya.

Terkait hal itu Afrian memastikan bahwa kliennya telah lima kali bertemu dengan Chandra. Pertemuan pertama berlangsung di restoran Jepang di Mid Plaza Hotel. Pertemuan kedua dan ketiga terjadi di restoran Jepang di Apartemen Casablanca.

Sedangkan pertemuan keempat dan kelima dilakukan di rumah Nazaruddin di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Afrian mengaku memiliki bukti rekaman video CCTV dan saksi mata atas kelima pertemuan tersebut.

“Antara lain CCTV di rumah beliau dan itu nanti akan kami serahkan. Di pertemuan-pertemuan tersebut tidak hanya Pak Chandra saja, ada beberapa orang yang lain,” ungkapnya.

Mengenai keterangan Nazaruddin itu, Ketua Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua, menyatakan belum dapat dijadikan sebagai alat bukti. “Misalnya dikatakan CDR yang disebut Yulianis itu Pak Chandra tapi uang tidak jadi disampaikan ke pak Chandra, jadi uang berapa ratus ribu dolar itu tidak jadi diberikan,” ujarnya.

Terkait pertemuan antara Nazaruddin dan Chandra, Abdullah mengatakan bahwa pertemuan digelar di rumah bekas Bendahara Demokrat itu. Dan dihadiri beberapa orang. Dalam pertemuan juga membahas mengenai persoalan KPK, kasus, dan masalah lain.[IAN/vivanews]