HMINEWS – Terdakwa Sesmenpora Wafid Muharam kecewa dengan sikap Menpora Andi Mallarangeng yang dinilainya seakan-akan cuci tangan serta tidak memberikan dukungan moril dalam perkara yang membelitnya.

Padahal, menurut versi Wafid, kasus dugan suap pembangunan wisma atlet tidak mungkin terjadi kalau politisi partai demokrat itu, tidak memerintahkan dirinya mencari dana tambahan untuk kegiatan Kemenpora dari pihak ketiga.

“Untuk mendatangkan klub sepakbola De Jong dari Belanda, Pak Wafid mencari dana talangan sebesar Rp 500 juta atas perintah Menpora,” kata Erman Umar, kuasa hukum Wafid, kepada wartawan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/9).

Di sisi lain, menurut Erman, kliennya senang dengan dukungan dari rekan kerjanya di Kemenpora. Advokat itu menuturkan bahwa kepedulian para pegawai Kemenpora terhadap kliennya cukup besar.  “Dukungan untuk Pak Wafid cukup besar dari solidaritas para karyawan. Dengan datang setiap saat untuk mengunjungi,” tandas Erman.[]gress