HMINEWS – Ibarat penyakit yang sudah sembuh, kini kembali kambuh dan kronis. Pertikaian antar kelompok di Ambon, Maluku, pada Ahad, 11 September 2011 kembali pecah. Informasi yang simapng siur menjadi penyebab kerusuhan tersebut.

Sebagai bagian dari anak bangsa yang meyakini bahwa Indonesia adalah rumah kita bersama, Rumah Ekonomi Rakyat (RER) menghimbau agar kita– semua elemen bangsa – merawat perbedaan, menjaga kedamaian, menolak segala bentuk tindakan intoleransi, dan menghormati hak-hak setiap warga negara.

“Kami prihatin, keragaman yang menjadi keniscayaan ontologis bangsa ini masih juga belum bisa dipahami secara utuh, baik oleh para pemangku pemerintahan maupun kalangan sebagian masyarakat”, kata Taufik Amrullah di Jakarta Senin (12/9/2011)

Realitas kekerasan yang terjadi, kata Taufik, cermin ketidaksanggupan negara dalam mengelola kemajemukan yang terhampar, serta ketidaksiapan masyarakat dalam menerima perbedaan. Karena berbeda, rasa keamanan itu terenggut, ketakutan itu menghantui sebagian masyarakat.

“Kerusuhan di Ambon harusnya menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia, dalam menjaga keutuhan NKRI. Ketidakadilan ekonomi harus menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah”, ujarnya.

Pengalaman membuktikan, kata Taufik,  kerusuhan yang terjadi di wilayah Indonesia disebabkan oleh faktor ekonomi bukan perbedaan SARA.

“Ketimpangan ekonomi ini terlihat jelas dari sikap pemerintah yang ’cuek’ terhadap rakyatnya di daerah. Pembangunan yang tidak merata antara pusat dan daerah”, kata Taufik

Taufik Menghimbau kepada semua pihak untuk bersikap tenang, selesaikan segala permasalahan yang ada dengan melibatkan semua pihak. Tokoh agama dan Masyarakat harus bersatu padu melawan segala bentuk kekerasan.

“Meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atas berita-berita yang belum pasti kebenarannya”, ujar Taufik

Rumah Ekonomi Rakyat meminta kepada pemerintah untuk segera meredam semua potensi konflik yang ada di Ambon, khususnya, dan di wilayah-wilayah lain di Indonesia pada umumnya.

“Pemerintah harus lebih memperhatikan ekonomi rakyat di daerah. Pusatkan pembangunan di daerah, serta libatkan masyarakat banyak serta mengedepankan pendekatan pemberdayaan, kemitraan, dialog dan pelayanan terhadap warga dalam pembangunan ekonomi”, demikian Taufik Amrullah.[ian]