HMINEWS – Sejumlah nama orang dekat di sekitar Menakertrans Muhaimin Iskandar dan orang dekat Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung disebut terlibat dalam dugaan kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Menurut tim kuasa hukum tersangka kasus suap Kemenakertrans Dharnawati , Rahmat Jaya selain dua staf Muhaimin yang diduga terlibat, yakni Ali Mudori dan Fauzi, ada orang lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Rahmat mengatakan, orang tersebut ialah Acoz yang disebut sebagai tangan kanan Tamsil.

“Ali Mudori merupakan staf khusus ‘Mentrans 1’. Fauzi staf pribadi ‘Mentrans 1’. Acoz orang dekat Tamsil,” kata Rahmat usai mendampingi pemeriksaan kliennya Dharnawati di gedung KPK, Selasa (6/9/2011).

Ketiganya diduga aktif berperan dalam proses permintaan dana kepada PT Alam Jaya Papua.

Namun, ketika hendak dikonfirmasi, Tamsil Linrung belum memberikan jawaban. Saat okezone menghubungi Tamsil, teleponnya sedang tidak aktif.

Sementara itu, usai diperiksa penyidik KPK Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati membeberkan beberapa keterangan. Dharnawati mengaku dimintai uang oleh Sesditjen Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans, I Nyoman Suisnaya pdan Kabag Program, Evaluasi dan Pelaporan Ditjen P2KT Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan.

“Diminta (uang),” kata Dharnawati.

Namun, Dharnawati mengaku belum tahu perihal penggunaan uang senilai Rp1,5 miliar itu. Dia juga tidak dapat memastikan uang Rp1,5 miliar yang disimpan dalam kardus durian ditujukan untuk Menakertrans, Muhaimin Iskandar.

“Belum tahu. Diminta kedua orang itu (Nyoman dan Dadong),” ujar Darnawati saat memasuki mobil tahanan yang membawanya pulang ke rumah tahanan wanita Pondok Bambu.

Dalam pemeriksaan perdananya, penyidik KPK mencecera 21 pertanyaan. Kuasa hukum Dharnawati, Farhat Abbas mengatakan materi pemeriksaan belum menyinggung soal peran Menakertrans.[]okezone