HMINEWS – Gerakan Integrasi Nasional atau National Integration Movement (NIM) sangat menyesalkan tindakan teror dan kekerasan pemboman rumah ibadah yang kembali terjadi di Bumi Pertiwi tercinta pada Minggu (25/9). Kali ini terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBSI) Keputon, Solo – Jawa Tengah.

Perilaku teror atau tindakan kekerasan atas nama dan dalil apapun tidak dapat ditolerir! Apalagi bila teror dan kekerasan ini dilakukan di rumah ibadah. Tindakan ini dapat memancing tindakan kekerasan lainnya, seperti konflik horizontal.

Karena itu NIM meminta kepada semua pihak untuk menahan diri. Tidak memanfaatkan kejadian ini sebagai momentum bagi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu karena pada akhirnya usaha tersebut akan merugikan kelangsungan kehidupan bersama berbangsa dan bernegara.

Kebhinnekaan di Indonesia harus terus dijaga dan dipertahankan. Inilah amanat luhur para pendiri bangsa seperti yang tertuang dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
NIM mendukung setiap upaya pemerintah melalui aparat penegak hukum untuk menyelidiki masalah ini secara tuntas, tegas dan tanpa ragu. Kita semua mengharapkan adanya tindakan nyata yang cepat.

NIM juga mengajak semua elemen bangsa untuk menyadari bahwa Cinta Kasih adalah merupakan solusi dari segala permasalahan yang terjadi di negeri ini. Mari bersama-sama kita kembali membangun negeri ini dengan cara saling membuka pintu apresiasi. Sehingga segenap anak bangsa dapat menghargai perbedaan sebagai bentuk dari anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia tercinta. INDONESIA JAYA!

Dr Wayan Sayoga, Direktur Eksekutif NIM