Gunungsitoli – Puluhan kader dan simpatisan Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) menggelar aksi 100 hari Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara (13/9/2011). Aksi ini digelar dihalaman kantor Walikota Gunungsitoli. Pengunjuk rasa juga membawa keranda mayat sebagai simbol kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah Kota Gunungsitoli yang dinilai buruk.

Dalam aksinya, HMI-MPO Cabang Nias menuntut pertanggungjawaban Program 100 Hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli; mempertanyakan biaya pendidikan mahal, pembangunan infrastruktur pendidikan dan pelayanan publik minim; dan penghamburan anggaran dalam pengadaan mobil dinas.

Menurut Askur Hulu, Koordinator Aksi, yang juga pendiri HMI Cabang Nias, melalui telepon seluler mengatakan, aksi damai yang dilaksanakan bertujuan untuk menagih janji Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli terpilih. Di mana menurut Askur, 100 hari kerja pemerintahan baru belum menunjukkan perubahan yang berarti. “Program 100 hari Wali Kota Gunungsitoli tidak berjalan. Pengangguran dan kemiskinan bertambah,” katanya.[]Adi