HMINEWS.COM

 Breaking News

Asvi Warman: Sebutan PKI Ruhut Sangat Kasar

August 01
22:36 2011

HMINEWS Jakarta – Ahli sejarah dari LIPI Asvi Warman Adam mengatakan bahwa kata-kata PKI yang dituduhkan oleh Ruhut Sitompul terhadap para penolak gelar Pahlawan Soeharto sebagai pahlawan nasional sangat kasar. Hal tersebut disampaikan Asvi ketika menjadi saksi dalam sidang gugatan yang diajukan oleh Tim Advokasi Gugat Ruhut (Tegur) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Senin (1/8/2011).

“Istilah PKI itu merupakan suatu tingkatan kata yang paling kasar bila itu diletakkan pada individu atau kelompok. Makna PKI bisa berarti pengkhianat negara, pelacur, kafir, dan anti Tuhan,” katanya.

Lebih lanjut Asvi menyampaikan bahwa sampai saat ini kata-kata PKI masih berkonotasi berkonotasi negatif, meskipun sudah berkurang tingkat kenegatifannya dibanding ketika zaman Orde Baru. Namun demikian, sekalipun reformasi telah terjadi, penggunaan kata “PKI atau anak PKI” masih digunakan. Asvi mencontohkan, pada Oktober 2010, saat pagelaran Liga Super antara Persibo melawan Persema, pelatih Persibo tidak puas terhadap kepemimpinan wasit. “Pelatih Persibo pun marah dan mengungkapkan, wasit PKI. Itu berefek psikologis terhadap wasit,” ujarnya. Kasus tersebut akhirnya musti dibawa ke depersidangan karena pihak wasit merasa dilecehkan.

Asvi Warman saat menjadi saksi ahli

Sementara itu saksi ahli lainnya yang datang, dosen filsafat UI Rocky Gerung, batal memberikan kesaksiannya dikarenakan majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan sampai satu minggu depan. Rencananya pihak penggugat akan mendatangkan dua saksi lagi untuk diperdengarkan dalam sidang tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ruhut pernah mengungkapkan dalam sebuah media nasional online bahwa pihak yang menolak mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan adalah anak PKI. Atas tuduhan tersebut Tegur yang merupakan gabungan dari elemen gerakan seperti Pokja Petisi 50, HMI dan PMKRI mengadukannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ruhut digugat secara pedata karena pernyataannya dinilai merugikan secara materiil dan immateriil. “Faktanya para pihak yang menolak mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan bukanlah anak PKI”, kata salah satu penggugat M Chozin Amirullah. Karena itu, dalam gugatannya, para penggugat meminta ganti rugi materiil sebesar Rp 131.000 dan kerugian immateriil Rp62 miliar. [] lara

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.