HMINEWS, Jakarta – Gus Ramli, panggilan Rizal Ramli di kalangan nahdliyin,   bersama Lius Sungkharisna mengingatkan pemerintah agar jujur terhadap rakyat, jangan hanya  lakukan wacana dan pencitraan saja. Target pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,5 persen pada tahun 2012 sebagaimana disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan di gedung DPR, kompleks Parlemen, Jakarta, dicibir mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli (17/8/2011).

Mantan Menko Perekonomian Dr. Rizal Ramli tersebut sedang bersama warga miskin Jakarta  seperti tukang parkir, pekerja , pedagang asongan dan sektor informal serta masyarakat biasa, merayakan hari Kemerdekaan di Pelataran Gedung Arsip Nasional, Gajah Mada, Jakarta Barat, (Rabu, 17/8).

Menurutnya, tanpa ada pemerintahan pun, angka pertumbuhan seperti yang ditargetkan itu pasti akan tercapai.

“Sebetulnya kalau tumbuh 6- 7 persen, tanpa pemerintah pun bisa dengan kekuatan swasta dengan ekonomi rakyat. Tumbuh 6 persen itu bukan sesuatu yang luar biasa,” kata Rizal Ramli tatkala menghadiri proklamasi a la rakyat di Pelataran Gedung Arsip Nasional, Gajah Mada, Jakarta Barat, (Rabu, 17/8).

Target pemerintah baru dapat dikatakan luar biasa kalau menargetkan angka pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen.

“Itulah jalan yang dilakukan oleh China, Jepang. Sehingga mereka makin lama makin bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju,” kata Rizal.

Rizal juga menyoroti arah perubahan-perubahan anggaran yang dipidatokan SBY. Menurut dia, arah perubahan itu sifanya hanya gradual, perubahan-perubahannya sangat lambat. Padahal, katanya, kita perlu perubahan-perubahan besar untuk bisa menjadi bangsa yang hebat dan besar di Asia.

“(Namun) ada persoalan kredibilitas (dari pemerintahan saat ini),” bebernya.

Rizal membuktikan, tujuh tahun lalu, pemerintah menjanjikan akan membangun jalan sepanjang 1300 Km. Tetapi realisasinya, yang dibangun hanya 100 Km. [] lara