HMINEWS, Palu – Merespon penembakan aparat terhadap masyarakat di lokasi eksplorasi minyak MEDCO di Morowali, para aktivis gerakan Palu yang tergabung dalam Forum Solidaritas Anti Kekerasan turun ke jalan (Rabu 24/08). Mereka  mengecam tindakan aparat kepolisian terkait kasus penembakan yang menewaskan warga. Mereka menuntut agar Kepolisian daerah serta pemerintah untuk bertanggung jawab terhadap kasus ini.

“Kami meminta kepada kepolisian daerah serta pemerintah untuk bertanggung jawab dalam insiden penembakan warga yang menewaskan 2 orang dan 10 orang terluka terkena timah panas aparat.” Kami meminta kepada seluruh elemen untuk bersama-sama mendesak Polda mengusut tuntas kasus ini.” Ungkap Korlap, Mahadin Hamran, yang juga sebagai ketua Umum HMI-MPO Cabang Palu

“Kami berharap agar penyampaian orasi politik didengar oleh media sebagai klarifikasi kronologis penembakan masyarakat yang didominasi oleh pihak kepolisian. Menurutnya, apa yang terungkap dimedia adalah pembohongan public, karena setelah kami turun dilapangan, kerusuhan di PT MEDCO terjadi setelah penembakan masa aksi”, kata Mahadin.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Dewa Parsana mengaku akan mengevaluasi terjadinya insiden penembakan oleh anggotanya.

“Kita lihat dulu apakah anggota sudah benar melakukan penembakan terhadap warga atau malah salah. Kalau sudah sesuai dengan prosedur tetap (Protap) Polri, maka tindkan penembakan itu tidak bisa diberikan sanksi, tetapi jika tidak sesuai maka kita tindak tegas.” Tandasnya.

Untuk menyelidiki kasus itu, kapolda mengaku akan segera membentuk tim independen. [] Mahadin